Dimana Tempat Baru Saya???
“PakDe Calon Presiden 2009, Mohon Dukungan” Halah
Secangkir teh menemani renungan saya sore ini, sesekali permen Golia Active PLUS saya ambil dari toples yang tersedia diruang kerja. Beware jangan ngunjukin permen apapun ya…., saya doyan permen entah di saku atau di toples siapapun kalo lihat, tangan ini refleks. kresek kresek buka plastiknya masukin tuh permen ke mulut dan emut. mmmmh agak berbau mint ya…Mari beraksi dalam renungan, sebentar saja!
Posting ini saya publish setelah ada kegiatan bersama bloggerjambi plus ….(bukan pijat plusplus ya) kegiatan lainnya. Maaf cerita BloggerJambi nya nyusul click disini dah ya…..
Ada cerita menarik dari SMS yang sempet saya terima isinya begini:
“Ngapain seeeeeeh kerja diradio….apa nggak boring tiap pagi ngutak-ngatik program, sementara klien dan pendengar belum tentu bisa pasang iklan atau si pendengar mau interest dengan konsep ditempat loe”. SMS nya tajem banget sampai saya harus menghela nafas panjang untuk menurunkan rasa kesal saya. SMS nya saya terima jam 3 sore sebelum ada interview dengan temen2 dari Jambi Independent. Interview ke tujuh yang pernah saya lakukan….sepanjang hidup…(parno amat nih). Iya pak De parno kalo di wawancara. Maklumlah nggak biasa.
Back to SMS yang saya terima, setelah selesai interview….koq saya jadi mikir juga akhirnya kenapa saya nggak jadi Presiden ya…?? (Can you imagine?) Bukan, bukan karena interviewer meminta saya untuk jadi Presiden. Tapi karena SMS yang saya terima dari temen di Bandung. Isinya tuh begini, ” Dek…lo mau jadi Presiden nggak? kali-kali loe mau menorehkan sejarah sebagai president paling muda!” (bilang aja pakde ga capable…susah amat). Maklum lah sms ini dari orang penting dan cukup capable dengan posisinya sekarang di pemerintahan bahkan ada rencana dia akan jadi petinggi.
Hanya SMS memang! tapi lihat….dampaknya saya jadi banyak melamun. Berhayal ketingkat paling tinggi. Harap-harap cemas lamunan ini di kejutkan orang lain. Untungnya tidak terjadi. Nah….ini saat nya pakde bicara dengan temen2 seputar isi SMS yang meminta pakde jadi Presiden.
Tahu apa yang saya lakukan sore ini? pakde duduk menghadap monitor diatas meja kerja, tangan relak memainkan hentakan kecil diantara keyboard. sementara pikiran melanglangbuana membayangkan pikiran Rizal Malaranggeng yang sempat mengundurkan diri dari pencalonannya dari calon Presiden 2009. Padahal saya sudah suport lewat facebook nya. RM09 oh RM09…..Disini Saya memikirkan satu hal, sebegitunya populer dia di ranah dunia maya, belum lagi sederet kegiatan politiknya di bumi pertiwi, minimal meskipun di kenal 35% bobotnya oleh dunia. Tapi ia mengundurkan diri. Nah Pak de yang tidak terkenal sama-sekali…apa iya mencalonkan juga jadi President. (bisa gila ini mah).
Oya…! saya jadi inget juga dengan salah seorang keturunan India berusia 36 tahun yang terpilih jadi Gubernur. Tapi bukan di Indonesia melainkan di Amerika Serikat. Rada-rada cemboker*** nih, orang muda bisa sehebat itu. Nah pakde bisa apa? Kenapa di Indonesia belum ada tokoh muda yang duduk sebagai petinggi ya…?
Dulu, Soekarno dan Soeharto belum setua capres sekarang waktu jadi Presiden. Soekarno jelas muda, Soeharto di usia awal 40an mengambil alih kepemimpinan Republik Indonesia. Sutan Sjahrir dan Anak Agung Gde Agung masih muda sekali waktu jadi Perdana Menteri dan Menteri. Terus Kennedy juga, bedanya Kennedy bertahan 1.000 hari sedangkan Soeharto 11.760 hari. Tapi setelah Soeharto, semuanya lebih tua. Its Okey, karena makin tua orang itu belum tentu semakin bodoh (kecuali pakde?). Tapi kalau yang tua tidak diganti yang muda, maka pada saat yang muda menggantikan yang tua, dia sudah tua juga, bisa-bisa langsung pensiun.
Menurut saya klo capres Indonesia usia udah tua2 semua, para calon tsb pasti lebih mikirin gmana caranya menikmati masa tua mereka, bukannya memikirkan kesejahteraan rakyat. Lagipula, sepertinya para capres bukan melihat posisi presiden sebagai suatu tantangan pekerjaan, melainkan sebuah kesempatan utk melakukan hal2 yg tdk dapat mereka lakukan sebelumnya (atau bahkan memperbanyak harta utk anak cucu mereka nantinya, Halah pak de nih so you know!) Loh media kan yang bilang itu. Baca makanya Baca…B-A-C-A.
Tapi emang benar koq. Mudah2an nanti baik muda atau tua tidak ada lagi silang pendapat, dari kalangan yang muda bilang, “yang tua terlalu banyak pertimbangan” (ga cepat dan tanggap). Yang tua nge bales, “yang muda terlalu cepet ambil keputusan”. (ga pake mikir). Sudahlah!!! Jangan debat puyeng!
Jauh dikit nih lihat misalnya saja Pangeran Charles yang sekarang sudah berusia 58 taon (lahir 14 November 1948 ada yang ngasih kado apa?) Belum saja menggantikan ibunya yang berusia 81 tahun. Memang mereka turunan yang tahan usia lanjut. Ibunya Ratu Elizabeth II yang namanya Ratu Elizabeth I, hidup sehat sampai 101 tahun. Kalau ini terjadi pada pakde, maka dia akan hidup 68 tahun lagi. Tapi itu soal lain. Sudah jangan bahas umur.
Apa pesannya? Kepemimpinan menurut pemikiran saya butuh rejuvenation, peremajaan, penyegaran. Sebetulnya usia lanjut tidak membuat orang jadi bodoh, malah sering membuat orang lebih pandai. Hanya saja, kepandaian berpolitik di Indonesia sering mengarah pada hidup keliru. Makin pandai makin menjalankan dan membuka jalan untuk bertingkah. Tokoh politik senior pandai membangun dana politik, naik ke jabatan lebih tinggi, dari lurah jadi walikota, gubernur, lalu presiden. Yang sudah pernah jadi presiden, mentok dan menjadi calon presiden lagi.
Lalu? Bagaimana dengan calon Presiden seperti pakde yang datang tanpa embel apa2 dari kalangan minoritas pula lagi? Sebetulnya tidak betul bahwa kita harus mencari calon presiden dari golongan minoritas, atau harus mendahulukan yang muda daripada yang tua. Yang namanya pemilihan itu tidak perlu banyak syarat, yang penting ada pilihan. Jangan semuanya korup, semuanya menjerumuskan rakyat. Harus ada good guy, jangan semuanya bad guy. Wajar saja kalau pemilihan presiden itu seperti sekarang. Tapi isinya jangan ambisi saja yang dipatenkan, harus ada artis dan tokoh-tokoh inspiratif. (dipikir pakde sudah mewakili gitu?)
Dalam kenyataan menuju pemilihan presiden 2009, susah sekali menjaring calon yang bisa memberi inspirasi. Kebanyakan tokoh publik malah mengecewakan masayarakat, tapi mereka maju dengan uang dan organisasi. Begitu mudahnya menjadi calon sehingga dalam survey pilihan publik, banyak calon yang maju dengan dukungan sangat kecil. Pemilihan presiden dilakukan secara demokratis di banyak negara. Biasanya sistem politik yang berjalan di nehara-nehara itu kira-kira sejalan dengan budaya politik yang sudah tertanam lama. Di Indonesia, kini mekanisme demokrasi sudah sangat canggih, tapi dasarnya adalah asumsi akan budaya politik mapan. Dalam kenyataan di Indonesia, sebagian besar masyarakat Indonesia hidup dalam kultur politik yang jauh dari penerimaan nilai-nilai demokratis. Akibatnya, walaupun sistem pemilihan kita demokratis, tapi sangat mungkin orang yang menang pemilu sama sekali tidak punya kebiasaan untuk bersikap demokratis. (pakde tahu apa tentang ini seh?)
Misalnya, bisa terjadi seorang calon gubernur cepat marah kalau ditanya oleh wartawan. Jadi ia menghindari pertanyaan, bukan menyambutnya sebagai kesempatan mempromosikan diri. Aneh juga, pemilih mau memberikan suara kepada orang yang sangat tidak jelas rencananya atau bahkan pikirannya mengenai suatu masalah. Di Amerika Serikat sekarang ini ada Stephen Colbert yang menjadi calon presiden. Dia adalah tokoh komedi dari Central Comedy dan Colbert News Report, tapi dalam wawancara televisi yang tidak sambut dengan semangat, dia bisa lebih terfokus pesannya dibandingkan dengan calon yang serius. Memang diperlukan suatu rasa humor tinggi untuk bisa menjalankan tanggung jawab kenegaraan dengan kewarasan bersikap dan rendah hati terhadap dirinya. Kalau tidak, kekuasaan mengandung racun yang membuat orang serius menjadi kejam dan mengejar obsesi kekayaan dan kekuasaan mutlak. (Apa pakde Cukup Humoris?) Nggak juga kayaknya!!! Bikin komunitas aja baru Bloggerjambi (halah itupun di bantu temen2 lainnya).
Jangan sampai Pakde jadi presiden, Pakde nggak mau punya bodyguard yang petantang petenteng nggak karuan, padahal tugasnya jaga-jaga doank. pakde ngak mau melihat sodara2nya nanti malah membungkukan badan sebagai bentuk penghormatan. Noooooo I said Noooooooooo. (ya sudah diem aja pakde).
Jangan sampai Pakde menjadi presiden atau wakilnya. Justru semua yg masih berpikir dan benar2 menginginkan Indonesia menjadi negara yg progresif, (mentang2 kerja di Metro FM The Progressive Radio nih si Pakde) harus selalu menjadi oposisi terhadap pemerintah agar terjadi constant check and balance. Sejarah menunjukan, bahwa seorang presiden (dan biasanya wakilnya juga) adalah hanya pion (kalo bahasa baiknya “pembawa mandat”). Permasalahannya, terlepas dari apa yg tertulis di konstitusi, siapakah yg sebenarnya menggerakan pion2 tersebut? Rakyat? Atau bisnis2 besar? hayooooooo. Jadi apa mungkin pakde bisa tangani ini dan memberikan mandat juga? Belum tentu meeeeeeen.
Pakde berkhayal andaikan saja tiap level pimpinan negara/partikelir ada skornya, jadi kita menilai berdasar kredit, skor, es ka es yang dicapai dari nol hingga saat ini. Intinya, saya yakin, Kepemimpinan tidak akan Berhasil, kalau prosesnya karbitan tanpa melalui candradimuka yang bertahap dan benar. Koq ngelantur ya, ya sudah kalau tidak berkenan, untuk konsumsi admin saja. (gaya banget pakde punya admin).
Kenapa tidak jika orang2 muda maju sebagai kandidat capres2009, di Indonesia masih banyak orang2 muda yang mempunyai kemampuan yang dapat bersaing dengan orang2 tua, kasih kesempatan yang muda sebagai pemimpin bangsa! (loh pakde kan sudah di kasih peluang, koq nolak….kenapa?) Apa perlu kita bikin konvensi pemuda calon presiden? Ada yang minat? trus nanti yang menang kita jadikan calon independen dengan dukungan seluruh kaum muda. bagaimana rekan2?? kalau memang tidak feasible tidak perlu dipikrkan.. (pakde mikir mode On).
Kayanya saya adalah salah satu dari orang Indonesia yang paling pesimis mengenai siapa calon presiden yang paling pantas dan layak untuk dipilih menjadi presiden atau pemimpin dari Negara Indonesia yang kita cintai ini. Apalagi calon itu saya tunjukan sendiri.
Indonesia oh Indonesia generasi muda bangsa pada kemana ? Kalo saja pakde punya mimpi jadi presiden. Mungkin judul diatas masuk dimedia apapun…pakde pakde… renungan closed!! Please be patient. Do Not SERIUS. Saya hanya menanggapi SMS temen dengan renungan bahwa semuanya akan baik2 saja dan saya tidak mau jadi President.
Posted in Colactable | Tagged CALON PRESIDEN, PAKDE FOR PRESIDENT 2009, PRESIDEN | 45 Comments »
Thanks Ya….untuk temen2 yang sudah memberikan Award buat saya, Pertama dari BERANDA HATI pada 1November 2008 . Awardnya “Semangat Berkarya dan Terus Ngeblog.” yang harus saya forward langsung kepada 7 blogger lainnnya.
|1| VEMO80 |2|ACHOEY |3|YAKHANU |4|MUDABENTARA |5|KWEKLINA |6|MASCAHYO |7|INOSFILE
Untuk itu para nominator harus melakukan ini :
@ Letakkan logo award pada blog Anda
@ Tambahkan link ke Beranda Hati
@ Pilih blog penerima award selanjutnya, karena ini adalah award untuk terus bersemangat dan berkarya maka saya sarankan paling sedikit 7 blog.
@ Tambahkan link ke blog terpilih
@ Jangan lupa untuk meninggalkan pesan pada blog terpilih
Semoga award ini bisa membawa manfaat.
_________
Award kedua dari Mang Kumlod 13 November 2008
Ada 3 Nominator di sana, dan saya langsung forward juga untuk memetamorfosekan kepada blogger lain. Melihat jumlah Nominatornya cukup sedikit. Bearti jumlah nominasi yang saya pilih harus betul2 memiliki bobot penilaian yang luar biasa.
1. RINDU | Dengan Blognya yang penuh pencerahan dan renungan.
2. KHOFIA | Pernik games yang dimunculkan di blognya mampu membuat saya geleng2 kepala.
3. MARSHMALLOW | Dengan banyak kisah yang diungkapkannya, membuat saya terkagum kagum.
Ini Tiga orang yang saya pilih. Mudah2an dengan diterimanya Award ini menjadikan blogsnya makin berbinar-binar.
_________
Award ketiga dari MIKEKONO 14 November 2008
Ini yang paling dahsyat karena ada 10 nominator yang lagsung jadi finalis. Award ini saya berikan juga kepada temen2 lainnya.
|1|AGOY |2|GENDHIS MANIS |3|DONNADEPECE |4|SINGAL |5|FETRO |6| DENOKDEBLOENG |7|BLUETHUNDERHEART |8|FETRO |9|YESSI |10|GBAIQUNI
Selamat untuk ke-19 finalis!!!
Jadi Total Award baru 4. Saya tempatkan di SIDE BAR. Saya apresiate sekali atas jasa temen2 yang sudah mempercayakan dan memberikan nilai lebih bagi INSPIRASIPAKDE site. Thank You So much guys!!
Posted in Colactable | Tagged AWARDS |
| Postingan Out Off Attribute to Cartoons. |
Sebuah headline di Harian Jambi Ekspress membuat konsentrasi kerja saya buyar, apa pasal? Koran itu memuat satu berita tentang ikan pari raksasa, yang ditemukan seorang warga asal Muarabulian sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu malam (9/11) lalu, seekor Ikan Pari raksasa dengan berat lebih kurang 200 kilogram, terjaring seorang petani kerambah ikan bernama Amri (41), Ketua Rukun Tetangga (RT) 01, Desa Kubu Kandang Laut, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari.
Penangkapan Ikan Pari raksasa itu dilakukan secara tidak sengaja. Awalnya, malam itu Amri tengah menjaga keramba Ikan nila miliknya di Sungai Batanghari yang berada tepat di depan rumahnya. Lalu, ia bermaksud memeriksa sebuah krung (jaring ikan) yang ia pasang dekat keramba-keramba miliknya. Alangkah terkejutnya Amri saat mengangkat krung, yang tiba2 terasa berat, ternyata krung nya berisikan seekor Ikan Pari raksasa dengan diameter lebar badan dari samping panjang sekitar 3 meter, lebar 2 meter. Bisa untuk makan-makan satu komplek nih…sayangnya ternyata masih berkembang mitos2 miring yang mengerikan. Wake up woy ini jaman modern masih aja ngurusin mitos. Orang di kasih rezeki koq ditanggapi sebagai mitos. Aneh!
Pada malam itu Amri langsung minta bantuan warga sekitar untuk mengangkat Ikan Pari tersebut. Menurut Amri Ikan Pari ini terjebak saat mengejar ikan-ikan kecil yang berada di dalam jaring. Karena ukurannya sangat besar, makanya tidak bisa keluar dan terjebak di dalam krung. Malang benar nasib ikan pari itu sampai terjebak dalam krung ya…Tpi beruntung Pak Amri, menukar ikan kecil dalam keramba apung dengan Ikan Pari Raksasa. Bapak dua anak ini mengaku sebelumnya tak pernah mendapat firasat apapun. Penemuan Ikan Pari ini merupakan rezeki bagi Amri dan keluarga. Ikan Pari ini rencana akan ia jual untuk biaya hidup keluarga dan biaya sekolah anaknya. Catatan ini di lansir dari infojambi.com.
Jam 09:30 saya menuju TKP. Berbekal camera. Plus Guide yang sama2 belum paham Muarobulian, namanya Eko Mareg. Jarak tempuh dari Sipin menuju Kubu Kandang Laut sekitar satu setengah jam, maklum belum hapal bener daerah ini, jadi banyak nanya beberapa warga di sekitar Muarabulian. Saat ngobrol dengan beberapa warga, diantara mereka ada yang tahu cerita pari raksasa, namun tak sedikit juga yang belum ngeuh.
Penasaran sekali sebenarnya… kok ada ikan pari di Sungai Batanghari.
Apakah memang ikan ini umum ada di sungai-sungai di Sumatra? Atau hanya ada di Sungai Batanghari saja? Saya pernah baca, di Indonesia ada ikan pari air tawar dan ikan hiu gergaji air tawar di Danau Sentani Papua. Juga ada yang dari Amazone. Tapi kalau di Sumatra…??? I’ve never known before.. Apalagi sungai batanghari, jauh dari laut kan…?
Cari tahu jenis species pari yang saya lihat ini pun masih bingung, ini masuk ordo dan species yang mana ya…? dicari di tempat bang Ray mirip dengan gambar pari nomor 35. Namanya masih Pari raksasa juga. (pakde puyeng mode on). Jangan tanya beranak apa bertelor tuh ikannya ya…saya nggak melakukan penelitian sedetail itu. Nanti malah makin puyeng. Tapi kalo dari cerita temen2 di FishyForum ikan pari memang lebih mudah beradaptasi dengan air tawar.
Hari ini saya nekad, harus berhasil melihat langsung ikan pari raksasa ini, (kayak orang ngidam aja…pengen lihat ikan pari). Maklum lah baru sekarang saya mendengar kalo di air tawar ada ikan pari yang besar. Dengan keinginan yang menggebu-gebu ini saya lalui jalan aspal yang masih rapih menuju TKP, kiri kanan hutan belantara yang belum digarap, sesekali saya melihat primata semacam kera.
Selanjutnya kami jalan sampai bertemu dengan beberapa warga yang kebetulan tahu lokasi penemu ikan pari raksasa, berbekal informasi dari orang yang saya tanya itulah, kami berhasil menemukan lokasi ikan pari raksasa.
Jam 11:40 saya baru sampai di dusun Pak RT. Tedddddddduuh banget tempatnya. Kampung ini masih padat dengan pohon dukuh. Foto2 sebentar, baru menuju TKP. Sayangnya jumlah warga yang memadati TKP tingal beberapa orang. Kerepotan sendiri akhirnya nyari piguran untuk shooting Pari raksasa. Silahkan mainkan Youtube nya.
Ternyata penemuan Ikan Pari raksasa ini tak ayal mengundang perhatian warga yang berbondong-bondong untuk melihat secara langsung. Selain warga, aparat Kepolisian juga sempat hadir. Termasuk saya sendiri, Nekad nih…bela-belain bolos kerja hanya untuk mengambil gambar Ikan Pari Raksasa ini. Cantik mempesona, BUGIL pula.
Akhirnya….Pakde berkesempatan mengabadikan ikan pari Raksasa bersama beberapa warga lainnya. Setelah puas menikmati tontonan SPEKTAKULER ini, Pakde penuhi janjinya untuk ketemu calon crew yang kebetulan hari ini training pertama, telat memang. Dipikir2 ternyata lebih penting ikan pari raksasa ketimbang melatih crew baru ya…pakde..pakde…piye toh???
Bapak, Ibu, Mbak, Abang,….dan adek-adek sekalian, saya masih mikirin ikan pari itu loh….siapa kira-kira yang berminat membayar ikan itu ya…? Ada tengkulak yang berani bayar 1 juta loh…..jangan2 malah ada yang ingin membiarkan ikan itu tetep hidup sampai ukurannya semakin besar?
Haaaaaaah…. pakde tepuk jidat, (Pakde garuk-garuk kepala MODE ON!
Posted in Colactable | Tagged Ikan Raksasa, Pari, Unique | 45 Comments »
Legend of the Aang (di AS namanya Avatar: The Last Bender) merupakan salah satu film kartun yang paling banyak peminatnya, bukan saja di Indonesia namun juga di negara-negara lain. Dari anak-anak yang jika bicara saja masih susah, sampai bapak-bapak yang beberapa rambutnya sudah mulai memutih. Hanya saja, saya belum pernah mendengar ada kakek-kakek yang suka nonton Avatar.
Dilihat dari serial film kartun Avatar banyak mengadopsi seni budaya, adat istiadat, dan mitologi dari benua Asia dalam penciptaan fiksinya. Avatar juga mencampur filosofi, bahasa, agama, seni bela diri, pakaian, dan budaya dari negara-negara Asia seperti Cina, Jepang, Mongolia, Korea, India, dan Tibet. Hal ini bisa dimungkinkan sebab kru dari film seri Avatar sendiri mempekerjakan konsultan budaya, Edwin Zane, untuk memeriksa naskah cerita.
Secara etimologi, istilah Avatar berasal dari bahasa Sansekerta (Avatāra) yang secara harfiah berarti “turun”, atau dalam pengertian luas berarti “Datangnya Ratu Adil”, seperti halnya Maranatha dalam paham Katolik. Dalam mitologi Hindu, para dewa memanifestasikan dirinya sebagai manusia super dengan turun menjelma ke dunia untuk mengembalikan keseimbangan di muka bumi, setelah mengalami zaman kejahatan yang teramat sangat. Penjelmaan dewa inilah, sang penyelamat terakhir, yang disebut sebagai Sang Avatar.
Dari sekian buku Avatar yang saya koleksi termasuk sebagian games dan filmya, lambat laun saya menemukan misi tersembunyi dari serial kartun Avatar, hal ini bisa benar dan bisa pula tidak. Namun mengingat Avatar termasuk dalam film kartun jaringan Holywood (Nickelodeon), agaknya memang perlu dikritisi lebih lanjut. Sebab, film-film produksi Hollywood memang tidak pernah bebas nilai, selalu saja mengandung isme-isme yang aneh. Tentang bahaya atau tidaknya serial Avatar memang perlu penelusuran yang lebih serius.
Ketika Aang masih kecil, ia tidak tahu bahwa ia sebenarnya seorang Avatar ketika ia memilih empat mainan tertentu di antara ribuan mainan lainnya. Empat mainan tersebut adalah: seruling kura-kura dari tanah liat (Air), baling-baling yang digerakkan dengan benang (Udara), babi-monyet dari kayu (Tanah), dan genderang tangan dari kayu (Api). Keempat mainan tersebut merupakan mainan yang sama dengan yang dipilih Avatar dari generasi sebelumnya ketika masih anak-anak. Ini merupakan prosedur yang sama dengan yang dilakukan oleh anak-anak Buddha di Tibet untuk menguji apakah ia merupakan reinkarnasi Tulku Lama. Menurut buku “Keajaiban dan Misteri di Tibet” karya Alexandra David-Néel, “beberapa benda seperti misalnya jimat, peralatan upacara, buku, cangkir teh, dan lain-lain ditaruh bersama-sama, dan sang anak akan mengambil benda-benda, yang merupakan kepunyaan Tulku terdahulu, dan hal tersebut menunjukkan bahwa ia mengenali ingatannya pada kehidupannya yang terdahulu”.
Si Aang hidup di kuil udara selatan, di bawah asuhan Rahib Gyatso. Hidupnya berubah setelah ia mengetahui bahwa dirinya adalah seorang Avatar yang harus mempelajari empat elemen dan membawa kedamaian di dunia. Biasanya seorang anak diberitahu bahwa ia adalah seorang Avatar ketika berusia 16 tahun, namun para rabib khawatir bahwa perang sudah di ambang pintu sehingga kehadiran Avatar dibutuhkan secepatnya untuk mengembalikan keseimbangan dunia.
Rahib Gyatso, yang mengasuh dan mendidik Aang, menginginkan agar Aang tumbuh seperti anak biasa, namun rahib lainnya tidak setuju. Mereka ingin mengirim Aang ke kuil udara timur untuk mendalami ilmu sebagai seorang Avatar. Aang yang tidak siap menerima kenyataan, kabur dari rumahnya menuju kutub selatan. Ia mengendarai banteng terbangnya yang bernama Appa. Di tengah perjalanan, mereka diserang badai. Aang kemudian berada dalam “keadaan Avatar”. Dengan kemampuannya mengendalikan udara, Aang membungkus dirinya bersama Appa dengan sebuah gelembung udara yang kemudian membeku menjadi bongkahan es selama seratus tahun.
Terlepas dari aksi liarnya Aang, yang menurut saya masih klasik memiliki karakter Heroik, Aang memang menyimpan banyak keahlian dan kemampuan luar biasa untuk menaklukan lawannya dan ini ternyata mampu mengalihkan perhatian banyak kalangan untuk tetap konsisten namun memunculkan tentrament yang perlu disaring lagi. Jika temen2 sering nonton, temen2 pasti melihat empat tipe temparemen yang dimiliki Aang. Sanguinis yang dicirikan oleh sifat panas & lembab (hot & moist) ini berhubungan dengan elemen Udara, Koleris yang dicirikan oleh sifat panas & kering (hot & dry) berhubungan dengan elemen Api, Melankolis yang dicirikan oleh sifat dingin & kering (cold & dry) berhubungan dengan elemen Bumi, Phlegmatis yang dicirikan oleh sifat dingin & lembab (cold & moist) yang ini jelas berhubungan dengan Air
Lalu hubungannya dengan kepahlawanan apa pakde?
Michael Dante DiMartino, pencipta serial Avatar, pernah berkata: “Kami ingin Aang menyelesaikan masalah dan mengalahkan musuh dengan kebijaksanaan selayaknya kekuatannya yang hebat.”
Sang Avatar menemukan kekuatan yang hebat itu dari elemen udara, elemen api, elemen bumi, dan elemen air, terbentuklah karakter heroik yang banyak digemari setiap kalangan. Dengan segala jurus dan keberaniannya Aang bisa menghentikan Bangsa Api yang kejam dari penguasaan atas dunia. Oleh karena itu lah maka dunia berharap pada Aang, the last airbender
(Jangan puyeng dah…). Meskipun Aang hanya sosok kartun dan dikuatkan karakternya oleh sang animator, paling tidak kita dapat menemukan pelajaran cukup banyak lewat Aang.
Sejarah lengkap Aang temen2 bisa lihat di Wiki disini Kalo suka dengan video Gamesnya lihat disini Yang ngaku collector Aang pasti tahu situs ini kan….
Posted in Colactable | Tagged Cartoons, Games Animasi, opini | 14 Comments »