se-BIJAK apa kita dalam menyelesaikan masalah ini… peace!!! ![]()
Katanya sech,…BBM yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat mulai dibatasi di pasaran oleh Pertamina, karena mengacu kuota yang ditetapkan oleh Pemerintah dan DPR..
Jika pertamina mengeluarkan BBM diatas Kuota, maka kelebihan Produksi BBM yang diatas Kuota tidak akan diganti oleh Pemerintah dan Pertamina yang menanggung atas Biaya pokok produksi BBM itu. Antri BBM-pun jadi trend baru.
Yang menjadi tanda tanya besar malam ini, Mengapa sih harus terpengaruh dengan adanya “harga minyak dunia” ? Sebab dulu ada rekan yang beranalogi bahwa sungguh aneh, ketika kita punya pohon mangga, dan kita harus membeli mangga untuk makan rujak mangga. Benarkah, kita cuma punya pohon mangga dan tidak punya galah untuk mengambil mangga tersebut, tidak punya pisau untuk mengupas dan memotong-motong, juga tidak punya ulekan buat bikin bumbunya? Duh… terus selama ini endonesa ngapain aja ? atau jangan jangan memang pohonnya sudah ditebang habis oleh para tetangga? Sumbernya habis koq malah kita yang butuh banget dan tinggal di negri ini koq malah di lupakan bahkan tidak kebagian jatah ya…?!
Katanya sech,…Pertamina yang sudah menjadi PT tentunya tidak mau rugi, karena esensi sebuah PT adalah profit. Hanya saja tugas sebagai Public Service Obligation (PSO) yang mewajibkan PT. Pertamina mensuply BBM walaupun rugi. Inilah kebijakan pemerintah yang Ambigu, menugaskan Direksi utk profit tetapi memberi kewajiban yang merugi…<tepuk jidat>
Katanya sech,…sudah biasa saat debit air sungai BatangHari surut, Kapal Thanker Pengangkut minyak BBM sudah biasa tidak bisa merapat ke dermaga Pertamina Jambi. Karna sungai menjadi dangkal, Tapi kenapa tidak di antisipasi dari dulu ya…?
Skenario orang2 penting untuk memudahkan suply BBM ternyata tak mampu mengantisipasi kondisi di tempat saya saat ini. Meskipun ada rencana untuk membuat jembatan yang menjorok ke laut agar suply BBM lebih mudah. Skenario dari petinggi inipun tak bisa di jalankan saat ini, Karena masih dalam proses pembangunan yang makin nggak jelas kapan itu proyek bisa selesai. Sementara kami harus meronda di tengah jalanan berbekal mobil.
Katanya sech,…Perkembangan kepemilikan kendaraan dikota ini sudah mencapai 50% sayangnya tak di imbangi dengan alokasi BBM. Kondisinya justru makin parah dengan adanya pengurangan jumlah thanki yang men-suply BBM. tahun 2000 sudah 64 truck thanki yang mengirim minyak malah jumlahnya di batasi jadi 51 truck.

Tentunya harus BIJAK dalam menyelesaikan masalah ini… peace!!!
Meskipun sejak jam 9 malam ini, saya harus masuk antrian BBM sepanjang jalan Sumanteri Brojonegoro. di tambah lagi dengan gelap gulita karena adanya jatah pemadaman. Malam ini bukan lagi cerita khas tentang keindahan malam dengan klakson yang berdenging atau deru suara knalpot.
Skenario orang2 penting untuk memudahkan suply BBM ternyata tak mampu mengantisipasi kondisi di tempat saya saat ini. Skenario dari petinggi inipun tak bisa di jalankan saat ini, Karena masih dalam proses pengerjaan proyect.
Kekecewaanpun mengalir dari tiap mulut, nada pesimistis dari beberapa kalanganpun tenyata lebih pedas, Begitu mudah menyalahkan dan mengkambing hitamkan beberapa pihak. Padahal belum jelas ini kekeliruan di mana letaknya. inilah endonesa yang makin hari makin indah adanya.
Malam ini semua mendadak menjadikan ruas jalan sebagai arena antrian panjang. Berebut jatah BBM yang katanya akan bongkar di SPBU Sipin jam 11 malam. Tapi apa yang terjadi? Antrian belum juga beranjak satu centipun.
Helaan napas panjang tetap tak membuat saya bergeming sedikitpun untuk berontak karena harus nunggu lebih dari 5 jam, menunggu agar BBM bisa di dapat dini hari ini dan menunggu bola lampu kembali nyala.
Inilah Jambi salah satu negri yang juga Eksotis dengan kelangkaan BBM dan LISTRIK.
Sebagai bagian bangsa yang ikut merasakan morat maritnya BBM ini..betapa sulitnya negri ini mendapatkan satu saja solusi yang tepat mengingat:
Permintaan BBM yang semakin menaik tiap bulannya.
Kapasitas Kilang yang tetap dan umur asset yang semakin menua.
Lonjakan harga minyak mentah yang mencapai level cukup tinggi.
Armada distribusi yang tetap.. (tidak ada penambahan pipa, depot, tangki de el el).
Kuota produksi yang katanya dipatok pemerintah.
Haruskah kita sama-sama tertidur pulas???
Semoga kita masih bisa sabar menghadapi realita disekitar kita. Bisa sabar ketika BBM di perebutkan karena jadi barang langka. Semoga kita bisa sabar ketika kebutuhan kita sebagai rakyat agak sedikit dikesampingkan, Semoga ini tidak terjadi di tempat anda!
Kelangkaan BBM di Jambi yang terjadi sejak 8 Juli ini, ternyata jadi lahan baru buat sebagian warga Jambi. Ada yang menjajakan makanan kecil, ada yang buat pesta kecil dengan memutar House Music dari jam 9 malam sampai jam 4 pagi, bahkan tak jarang diantara mereka yang tiba2 untuk mengisi kejenuhan mereka ini bercengkrama satu sama lainnya. Uniknya di tengah penat menunggu dari jam 5 sore kemaren sampai dengan jam 9 pagi ini semangat menunggu thanki BBM datang tak enyah dari pikiran mereka. Salut atas kesabaran warga Jambi yang sabar menunggu Thanki BBM meskipun tidak dapat di pastikan kapan persisnya Sang Thanki akan tiba di SPBU.

Urusan ngantor bodo amat, karena pemimpin sebagian perusahaan besar dan kecil memaklumi peristiwa ini.
Jambi 10 Juli 2008 | 01.11 © ![]()
UPDATE 12 JULI 2008
SPBU Wajib Buka 24 Jam (Nukilan dari infojambi.com)
Sabtu, 12 Juli 2008
Stok BBM Bakal Ditambah
Menjawab keluhan masyarakat terkait kelangkaan BBM di Provinsi Jambi. Pihak Pertamina Jambi mengaku stok BBM di Provinsi Jambi sudah melebih kuota yang dibutuhkan atau over suplay.Ini disampaikan, Wira Penjualan Jambi, Tito didampingi Firdaus dan Budi Suyanto dari Polda Jambi, saat menerima para pendemo di Depot Pertamina Jambi di Kasang, Jumat (11/07) kemarin.Tito mengatakan, pihak Pertamina telah membuat kebijakan untuk mengatasi kelangkaan BBM di Provinsi Jambi. Dimana, pertamina menjamin tidak akan ada lagi kelangkaan BBM. Pertamina mewajibkan semua SPBU buka 24 jam hingga kondisi normal kembali. Jika stok di SPBU habis, pertamina akan mensuplai berapapun yang dibutuhkan oleh pihak SPBU. Menurut Tito, antrean BBM yang terjadi akhir-akhir ini, karena secara psikologis masyarakat menggangap bahwa BBM tidak tersedia. “Sekarang stok BBM sudah tersedia di Jambi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Tito didahapan para pendemo, kemarin
Sebelum ke Depot Pertamina, para pendemo terlebih dahulu mendatangi Polda Jambi untuk membahas atau sharing tentang persoalan kelangkaan BBM di Kota Jambi. Dalam pertemuan tertutup tersebut digelar selama setengah jam. Dihadiri Kapolda Jambi, Brigjen Pol Drs Budi Gunawan SH, MSI, Dirreskrim Polda Jambi, Kombes Pol Drs Nanang Budiyanto, Dirintelkam Polda Jambi, Kombes Pol Drs Fakhrizal serta Kabid Humas Polda Jambi, Drs Syamsudin Lubis, SH, MSi.
Sementara itu, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Jambi bakal bertambah. Selain keberhasilan gubernur H Zulkifli Nurdin bersama DPRD Provinsi Jambi mendesak Pertamina menambah kapasitas Depot Jambi, juga ada langkah DPRD untuk menemui komisi VII DPR RI. ”Setelah melapor ke ketua DPRD Provinsi Jambi, kita bersama-sama dengan anggota komisi yang lain bakal menemui DPR RI. Dan kami akan minta tambahan 850 KL hingga 1.000 KL per hari,” ungkap Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, H Suwarno Soerinta. Sebelumnya, Gubernur beserta Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi dan Komisi III beserta Hiswana Migas dan Kepala Depot Pertamina berhasil menemui Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina, A Faisal.
Ada tiga poin hasil pertemuan dengan pihak Pertamina Pusat tersebut. Untuk jangka pendek, ditargetkan 2 minggu kedepan, Depot Jambi akan terisi produk BBM PSO sebanyak 90 persen dari kapasitas yang ada. Kedua, jangka menengah akan disiapkan floating storage di perairan Muarasabak untuk Depot Solar dan minyak tanah. Sedangkan solar dioptimalkan untuk premium. Ketiga, akan dibangun depot di Muarasabak. ”Gubernur bersama dengan DPRD sangat ngotot memperjuangkan penambahan kapasitas ini. Bahkan Pak Mahmud (anggota DPRD Komisi III) mengancam akan tidur di kantor Pertamina jika kuota BBM di Jambi tak ditambah,” ujarnya.
Menurut penuturan Wakil Ketua DPRD dari FPDIP tersebut, kemarin telah datang BBM sebanyak 3.300 KL minyak solar. Sementara itu sebelumnya juga telah datang sebanyak 2.300 KL bensin dan 3.300 KL Solar di Jambi. ”Ini ditambah lagi dengan kapal dari Plaju yang berangkat tanggal 13 Juli 2008 mendatang membawa 2.000 KL bensin dan juga 2.000 KL solar dari Pulau Salbu (Riau). Keterangan ini saya peroleh dari GM Pertamina Palembang,” tukasnya.
Sekarang juga lanjutnya, sedang dilansir 20 mobil tangki yang masing-masing berisi sebanyak 16 ton BBM dari Kertapati ke Jambi. Dan dalam jangka waktu sebulan berarti ada 480 KL lewat jalur darat. ”Makanya kita meminta juga kepada Kapolda agar mengamankan jalur distribusi dari perbatasan Palembang ke SPBU hingga ke pembongkaran,” tegasnya. Mengenai pihak yang akan ditemui DPRD Provinsi Jambi di komisi VII nanti, diantaranya yang dari Jambi Ami Taher. Karena kewenangan penambahan stok tersebut adalah wewenang komisi VII. ”Saya sendiri akan menemui Nazaruddin Kemas, adiknya Taufiq Kemas yang kebetulan juga anggota komisi VII di DPR RI,” tuturnya.
Sementara itu, kepala Biro Ekonomi Pembangunan, Hasvia MTP bersama-sama dengan Asisten II Setda Provinsi H Hasan Kasyim telah menginstruksikan SPBU di kota Jambi agar buka selama 24 jam. ”Untuk stok kan kedepan sudah 90 persen lebih yang terisi. Kuota ini sangat besar. Pihak kita juga telah mengintruksikan ke SPBU agar tidak mengisi drigen,” tandasnya.
Kelangkaan ini lanjutnya, bukan hanya terjadi di Jambi, akan tetapi juga terjadi di Provinsi lain, seperti Bengkulu, Kalsel, Lampung dan NTB. Kelangkaan di Jambi sendiri lanjutnya, dikarenakan kendala demografi dan geografis saja. Dan ini berhasil menambah kapasitas isi Depot.
Anggota komisi III, Supriyono yang turut serta menghadap Direktur Pemasaran tersebut menyebutkan, upaya yang dilakukan gubernur ini sudah maksimal. Apalagi berhasil melobi pertamina untuk menambah BBM Jambi dari kapasitas depot yang telah ada.
______________________________
UPDATE 13 JULI 2008
Jambi Berpeluang Tambah Kuota
Minggu, 13 Juli 2008
Antrean BBM Berangsur Normal
JAMBI- Rencana pemerintah Provinsi Jambi untuk mengajukan penambahan kuota BBM dari 650 KL per hari menjadi 850-1.000 KL per hari sepertinya akan berjalan mulus. Mengingat, anggota komisi VII DPR RI berjanji akan membahas persoalan ini pada masa sidangnya yang akan datang.
”Insya Allah kami akan membahas persoalan penambahan kuota ini pada masa sidang yang akan datang,” ucap Anggota Komisi VII DPR RI, Ami Taher, kemarin.
Menurutnya, pembahasan persoalan penambahan kuota ini tidak hanya untuk Jambi, tapi juga untuk provinsi lainnya. Makanya, dirinya menghimbau kepada provinsi lain yang merasa kekurangan kuota agar mengajukan ke DPR RI. Mengenai perjuangannya untuk mengatasi kelangkaan BBM di Jambi, Ami mengatakan dia sudah menelpon Direktur Pertamina dan Direktur Pertamina tersebut berjanji dalam minggu ini BBM teratasi. ”Jika anda tak percaya silahkan telepon direktur pertamina,” tukasnya.
Dia mengatakan hingga saat ini, baik pihak DPRD maupun Pemprov tidak pernah mengkomunikasikan mengenai kelangkaan BBM ini kepada dirinya. ”Coba berkomunikasi, bertemu dengan saya disini,” sebutnya.
Sementara itu, kemarin tim dari Pertamina Pusat dan BPH Migas turun ke Jambi. Turunnya tim ini dalam rangka koordinasi pengimplementasian tiga kesepakatan antara Pertamina pusat dengan gubernur dan DPRD Provinsi Jambi. Diantaranya mengenai pengisian produk BBM ke depot Jambi sebanyak 90 persen dari kapasitas yang ada. Selain itu penyiapan kapal tanker di perairan Muarasabak. Serta dalam jangka panjang Pertamina juga akan memprioritaskan pembangunan tangki timbun BBM dengan kapasitas 5.000-6.000 ton. Dan ini sekarang sudah dirintis oleh pemerintah kabupaten Tanjabtim dan Pemprov Jambi.
”Kemarin yang datang, staf khusus BPH Migas Ir Agus Nurhudoyo. Juga dari Dirjen Migas adalah Ahmad Wahyu Wardono dan Ahmad Soleh. Dari pihak Pemprov saya sendiri, juga pak Asisten II beserta bupati Tanjabtim,” ucap Kepala Biro Ekbang Provinsi Jambi, Hasvia MTP, kemarin.
Menyangkut pembangunan tangki timbun ini, pihak Pertamina sebut Asisten II Hasan Kasyim, menyerahkan ke swasta. Dan apabila dalam waktu satu bulan kedepan tidak ada kegiatan, maka Pertamina akan mengambil alihnya dengan menginvestasikan dana sebanyak US$ 32. Ditambahkan Hasan Kasyim dalam mulai Jum’at hingga kemarin, ke SPBU di Provinsi Jambi dipasok minyak dari 850 KL hingga 1.000 KL. ”Pada hari ini juga akan datang premium sebanyak 2.300 ton dan solar 1.500 ton,” terangnya.
Sementara itu, pasca pertemuan Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin dan DPRD Provinsi Jambi dengan pihak Pertamina pusat, aktivitas masyarakat yang mengantre BBM mulai berangsur normal. Kemacetan lalu lintas yang biasa terjadi di beberapa SPBU, kemarin sudah tak terlihat lagi. Meski pagi kemarin masih terlihat antrean panjang hingga memakan badan jalan, namun sorenya sudah tak terlihat.
Pantauan di SPBU Kebun Jeruk, SPBU Nusa Indah, SPBU Pattimura dan SPBU Telanai aktivitas antrean tidak seramai sebelumnya. Saat di konfirmasi kepada pengelola SPBU-SPBU, ternyata untuk stok BBM mereka memadai untuk menampung kebutuhan masyarakat. Seperti yang dituturkan Eniwati, manajer SBPU Kebun Jeruk.
“Stok kita hari ini cukup, premium masih ada walaupun sudah mulai menipis. Informasinya, nanti malam akan datang lagi sebanyak 10 Ton. Tidak ada kendala yang kita dapatkan saat meminta penambahan lagi ke Pertamina, dan ini sangat melegakan,” jelasnya.
Kemarin, SPBU ini menerima 40 ton Premium dan 10 ton solar. Walaupun tidak ada kendala, namun ketakutan masyarakat akan kelangkaan BBM ini membuat antrean mobil di SPBU ini masih terlihat. Sementara itu, SPBU Nusa Indah Milik Azwir kemarin menerima 20 ton Premium dan 20 ton solar. Kendati dari pantauan SBPU ini kemarin malam hanya menjual solar, karena premium sudah habis, namun kata Azwir, ia sudah meminta tambahan premium ke Pertamina.
Fauzi, pengelola SPBU Telanai juga mengakui BBM yang tersedia di SPBU nya saat ini cukup. Kemarin, SPBU ini menerima 16 ton premium. Antrean di SPBU ini juga sudah normal. Pengecer yang semula menjual BBM dengan harga tinggi, kemarin mengakui sudah menurunkan harga. Seperti yang dilakukan oleh Teti, warga Beringin. Jika sebelumnya ia menjual Bensin sampai Rp 20.000/liter, kemarin ia terpaksa menjual Rp 12.000-15.000/liter. Begitu juga dengan pedagang eceran lain. Kebanyakan mereka tidak berani lagi menjual dengan harga tinggi Mobilisasi kendaraan umum dan pribadi di jalan mulai kembali ramai seperti hari biasanya.
Sementara itu, beberapa sopir angkot mengakui mereka sedikit lega atas ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU. Kejadian beberapa terakhir diakui mereka sempat melumpuhkan aktivitas mereka dalam mencari nafkah.
Tidak jauh berbeda, beberapa tukang ojek yang dalam keadaan pasokan BBM normal berebut mencari penumpang. Untuk beberapa saat memutuskan untuk tidak beroperasi. Seperti pangkalan ojek yang ada di lingkar selatan. Tukang ojek yang ada di kawasan ini mengaku sedikit kebingungan jika harus meminta ongkos pada penumpang. Karena untuk empat liter bensin saja mereka harus antre empat hingga 5 jam, namun upah yang mereka terima tetap dengan harga lama.




sai ki di daerah Sumut bukan ya ??
kalo mau ikut kopdar monggooo
masalah BBM , karena masih baru jadi masih tanggungan masing3
hiruk pikuk kelangkaan BBM memang bikin sebagian orang setress dan sebagiannya lagi tersenyum.. PakDe ikut yang mana?
Kelangkaan juga terjadi disini mas tpi untungnya walaupun antrian terjadi tiap hari, jam 5 sore ke atas, gak selama disana.
Tapi sepait-paitnya ngantri to masih ada hikmahnya ya, ada yg mengais rejeki dari kejadian ini dengan berjualan, bergaul/silaturahhmi, memutar house musik yg lumayan nyegerin otak yg mumet
PakDe nyiapin timbel plus air mineral kan?
Luar biasa deh masy. Jambi. kalo saya? mmhh… kalo saya aja, mendingan pulang deh…! ngapain ikutan ngantri, kendaraannya aja ga ada… 8-}
Kasihan masyarakat jambi. Gimana pak Gubernur? Kok belum juga ada aksi, sudah hampir sebulan. Hidup kita benar-benar seperti buah dadu di dalam kotak uncangnya. Seperti ular tangga kita dimainkan oleh orang-orang culas! Kasihan orang-orang Jambi. Apa ya, yang mesti kami bantu. Kami doakan, selalu tabah ya…..
hahahahahaha……nasib kita sama dunks pakde….oalah wong Jambi juga toh?…..PEACE
ngantri mah kagak cuma naruh mobil jam 1 malem di pom bensin yg dkt Asia medika, subuh baru diambil huahahaha