“Mereka yang memiliki sikap hidup positif akan berusaha mengubah segala kendala menjadi peluang, dan biasanya percaya bahwa segalanya akan bisa menjadi baik.”

Jumat 11 Juli 2008 jam 9 malem saya siaran dalam metro fall out. Program yang jauh lebih ringan untuk di bawakan jika dibandingkan dengan metro morning show yang saat ini saya handle sendirian, karena my beloved partners Yanni harus cuti melahirkan. Fall Out ini Program relaksasi untuk mengantarkan Metro Listeners istirahat di selingi dengan renungan, sharing pengalaman dan cerita ringan, sesekali ada requestnya juga. Saya lebih enak menyebut program ini Pillow Talk. Jadi kita ngobrol untuk mengantarkan siapapun yang beranjak ke peraduan.
Topik yang saya bahas semalam cukup simple, yaitu PILIHAN HIDUP. Sebagai ice breakingnya, saya menyapa pendengar dengan cukup sederhana dengan sapaan “apa kabar” lebih kondisional dengan suasana kota ini yang belum enyah dari belajar hidup sabar dan ngantri BBM. Disini saya mulai bermain dengan kata2 yang nyaris membuat pikiran pendengar tak bisa meninggalkan saya ataupun mematikan radionya karena saya cukup bawel. Saya mulai ceritakan kisah antrian BBM sampai saya menemukan klimak obrolan yang menyimpulkan bahwa proses ngantri BBM, merupakan pilihan, bayangkan kalau anda tak mau ngantri, apa yang terjadi? Baku hantamkah itu? atau kita malah tak mendapatkan BBM sedikitpun?
Cerita kedua saya kisahkan realita hidup seseorang yang pernah mendapatkan dua pekerjaan sekaligus, dan orang ini susah untuk menentukan pilihan padahal keduanya memberikan financial yang cukup. Terbayang Kalau saja jiwa dan kepribadian lemah bisa jadi tersisihkan dan mudah kalah di dalam keharusannya memasuki sebuah persaingan hidup. Obrolan makin komplek, makin melebar saat saya bawa pendengar untuk masuk dalam kehidupan orang yang saya perkenalkan dalam cerita saya. Saya ceritakan lagi kondisi ketika orang diberikan pilihan untuk menentukan pasangan hidupnya dan orang tersebut tak bisa menentukan pilihannya. Lalu saya alihkan cerita itu hanya dengan menyampaikan satu pertanyaan, bagaimana jika peristiwa itu terjadi dalam hidup anda.
Dari obrolan FallOut plus SMS yang saya terima, di tarik satu kesimpulan, bahwa dalam memilih ada semacam kebijakan. Butuh pertimbangan di segala sisi, melebihkan dan mengurangkan resiko. Ada semacam renungan yang terangkat disaat menentukan sebuah pilihan mengingat ada banyak pilihan baik yang mengandung kebaikan atau keburukan. Pilihan akan menjadi baik kalau menyadari konsekuensinya. Pilihan akan menjadi buruk kalau hanya sekedar memilih tanpa mengeksplorasi apa yang kita pilih itu. Hanya jika kita sudah menentukan sebuah pilihan automaticly kita harus menyusunnya dalam kerangka hati sehingga akan melahirkan satu pilihan yang mesti kita patuhi. Klisenya, memang tergantung pada diri masing-masing. Yang dibutuhkan adalah keberanian memilih. Keberanian untuk mengambil keputusan. Ya….! tidak semua orang berani memilih memang. Tidak semua orang berani untuk merenung. Karena merenung merupakan persoalan berpikir. Dan berpikir, bisa jadi tidak mengasyikan. Akhirnya pasrah membiarkan pilihan itu apa adanya seperti air sungai yang mengalir. Sebagian mungkin terbiasa dengan analisa berpikir dan merenung tapi tak setiap orang mampu berpikir dan merenung. Sampai menentukan sebuah pilihan pun hanya di jadikan bahan yang membeingungkan. Betapapun susahnya memilih jelasnya kita yang memiliki sikap hidup positif akan berusaha mengubah segala kendala menjadi peluang, dan biasanya percaya bahwa segalanya akan bisa menjadi baik.”
Beberapa program yang belum sempat saya wujudkan salah satunya adalah program yang membentuk sebuah komunitas blogers & listeners. Saya yakin program ini bisa dijalankan, targetnya program yang bernilai jual. Artinya gini, siapapun dapat manfaat dari program ini, breakdownnya bisa saja saya bacakan postingan bloger pada pendengar, lalu minta mereka terlibat untuk merespon tulisan bloger yang saya sampaikan dalam siaran radio. Endingnya ada in/out coming call dengan bloger di indonesia …..atau kopdar. Yess!! Saya simpan dulu konsepnya, matangkan dulu programnya sampai saya menemukan sebuah pilihan, termasuk mapping program dan eksekusi. Gimana? Kurang seru ya…? Gampang tinggal kita tambahin bumbu-bumbunya saja, dibuat semanrik mungkin, biar semua betah dengerinnya. Deal??



salut. salut. semoga bisa ketemu dengan blogger padang….
semoga programnya bisa diaplikasikan segra ya PakDe..
Jadi inget jaman SMA waktu saya belajar jadi penyiar *gosh…I really miss those days
Keep up the good work Pak De…spread those positive messages !
Wahh bagus tuh, membahas kehidupan blogger…
Mengenai Pilihan…Saya mengajarkan membuat pilihan dengan melakukan analisa SWOT, kemudian apa pro’s dan con’s nya…setelah memilih kita tak boleh menyesal dan melihat kebelakang, Apa yang ada dibelakang hanya digunakan untuk mendorong langkah kedepan, bukan untuk penyesalan.
Dan saya bilang pada anak saya… kalau udah menentukan pilihan, maka kita harus berjuang, biarpun sampai berdarah-darah, asal masih bisa berjalan….(istilah ini saya gunakan saat mendorong anakku menyelesaikan tugas S1, dan saat-saat “agak down” ketemu dosen).
Tapi saat-saat tertentu, saya mengajak satu per satu anak, jalan-jalan dan ngobrol santai, membahas kesulitan, dan mereka boleh menangis di bahu ibu. Setelah itu, waktunya berjuang…dan maju kedepan….