“PakDe Calon Presiden 2009, Mohon Dukungan” Halah
Secangkir teh menemani renungan saya sore ini, sesekali permen Golia Active PLUS saya ambil dari toples yang tersedia diruang kerja. Beware jangan ngunjukin permen apapun ya…., saya doyan permen entah di saku atau di toples siapapun kalo lihat, tangan ini refleks. kresek kresek buka plastiknya masukin tuh permen ke mulut dan emut. mmmmh agak berbau mint ya…Mari beraksi dalam renungan, sebentar saja!
Posting ini saya publish setelah ada kegiatan bersama bloggerjambi plus ….(bukan pijat plusplus ya) kegiatan lainnya. Maaf cerita BloggerJambi nya nyusul click disini dah ya…..
Ada cerita menarik dari SMS yang sempet saya terima isinya begini:
“Ngapain seeeeeeh kerja diradio….apa nggak boring tiap pagi ngutak-ngatik program, sementara klien dan pendengar belum tentu bisa pasang iklan atau si pendengar mau interest dengan konsep ditempat loe”. SMS nya tajem banget sampai saya harus menghela nafas panjang untuk menurunkan rasa kesal saya. SMS nya saya terima jam 3 sore sebelum ada interview dengan temen2 dari Jambi Independent. Interview ke tujuh yang pernah saya lakukan….sepanjang hidup…(parno amat nih). Iya pak De parno kalo di wawancara. Maklumlah nggak biasa.
Back to SMS yang saya terima, setelah selesai interview….koq saya jadi mikir juga akhirnya kenapa saya nggak jadi Presiden ya…?? (Can you imagine?) Bukan, bukan karena interviewer meminta saya untuk jadi Presiden. Tapi karena SMS yang saya terima dari temen di Bandung. Isinya tuh begini, ” Dek…lo mau jadi Presiden nggak? kali-kali loe mau menorehkan sejarah sebagai president paling muda!” (bilang aja pakde ga capable…susah amat). Maklum lah sms ini dari orang penting dan cukup capable dengan posisinya sekarang di pemerintahan bahkan ada rencana dia akan jadi petinggi.
Hanya SMS memang! tapi lihat….dampaknya saya jadi banyak melamun. Berhayal ketingkat paling tinggi. Harap-harap cemas lamunan ini di kejutkan orang lain. Untungnya tidak terjadi. Nah….ini saat nya pakde bicara dengan temen2 seputar isi SMS yang meminta pakde jadi Presiden.
Tahu apa yang saya lakukan sore ini? pakde duduk menghadap monitor diatas meja kerja, tangan relak memainkan hentakan kecil diantara keyboard. sementara pikiran melanglangbuana membayangkan pikiran Rizal Malaranggeng yang sempat mengundurkan diri dari pencalonannya dari calon Presiden 2009. Padahal saya sudah suport lewat facebook nya. RM09 oh RM09…..Disini Saya memikirkan satu hal, sebegitunya populer dia di ranah dunia maya, belum lagi sederet kegiatan politiknya di bumi pertiwi, minimal meskipun di kenal 35% bobotnya oleh dunia. Tapi ia mengundurkan diri. Nah Pak de yang tidak terkenal sama-sekali…apa iya mencalonkan juga jadi President. (bisa gila ini mah).
Oya…! saya jadi inget juga dengan salah seorang keturunan India berusia 36 tahun yang terpilih jadi Gubernur. Tapi bukan di Indonesia melainkan di Amerika Serikat. Rada-rada cemboker*** nih, orang muda bisa sehebat itu. Nah pakde bisa apa? Kenapa di Indonesia belum ada tokoh muda yang duduk sebagai petinggi ya…?
Dulu, Soekarno dan Soeharto belum setua capres sekarang waktu jadi Presiden. Soekarno jelas muda, Soeharto di usia awal 40an mengambil alih kepemimpinan Republik Indonesia. Sutan Sjahrir dan Anak Agung Gde Agung masih muda sekali waktu jadi Perdana Menteri dan Menteri. Terus Kennedy juga, bedanya Kennedy bertahan 1.000 hari sedangkan Soeharto 11.760 hari. Tapi setelah Soeharto, semuanya lebih tua. Its Okey, karena makin tua orang itu belum tentu semakin bodoh (kecuali pakde?). Tapi kalau yang tua tidak diganti yang muda, maka pada saat yang muda menggantikan yang tua, dia sudah tua juga, bisa-bisa langsung pensiun.
Menurut saya klo capres Indonesia usia udah tua2 semua, para calon tsb pasti lebih mikirin gmana caranya menikmati masa tua mereka, bukannya memikirkan kesejahteraan rakyat. Lagipula, sepertinya para capres bukan melihat posisi presiden sebagai suatu tantangan pekerjaan, melainkan sebuah kesempatan utk melakukan hal2 yg tdk dapat mereka lakukan sebelumnya (atau bahkan memperbanyak harta utk anak cucu mereka nantinya, Halah pak de nih so you know!) Loh media kan yang bilang itu. Baca makanya Baca…B-A-C-A.
Tapi emang benar koq. Mudah2an nanti baik muda atau tua tidak ada lagi silang pendapat, dari kalangan yang muda bilang, “yang tua terlalu banyak pertimbangan” (ga cepat dan tanggap). Yang tua nge bales, “yang muda terlalu cepet ambil keputusan”. (ga pake mikir). Sudahlah!!! Jangan debat puyeng!
Jauh dikit nih lihat misalnya saja Pangeran Charles yang sekarang sudah berusia 58 taon (lahir 14 November 1948 ada yang ngasih kado apa?) Belum saja menggantikan ibunya yang berusia 81 tahun. Memang mereka turunan yang tahan usia lanjut. Ibunya Ratu Elizabeth II yang namanya Ratu Elizabeth I, hidup sehat sampai 101 tahun. Kalau ini terjadi pada pakde, maka dia akan hidup 68 tahun lagi. Tapi itu soal lain. Sudah jangan bahas umur.
Apa pesannya? Kepemimpinan menurut pemikiran saya butuh rejuvenation, peremajaan, penyegaran. Sebetulnya usia lanjut tidak membuat orang jadi bodoh, malah sering membuat orang lebih pandai. Hanya saja, kepandaian berpolitik di Indonesia sering mengarah pada hidup keliru. Makin pandai makin menjalankan dan membuka jalan untuk bertingkah. Tokoh politik senior pandai membangun dana politik, naik ke jabatan lebih tinggi, dari lurah jadi walikota, gubernur, lalu presiden. Yang sudah pernah jadi presiden, mentok dan menjadi calon presiden lagi.
Lalu? Bagaimana dengan calon Presiden seperti pakde yang datang tanpa embel apa2 dari kalangan minoritas pula lagi? Sebetulnya tidak betul bahwa kita harus mencari calon presiden dari golongan minoritas, atau harus mendahulukan yang muda daripada yang tua. Yang namanya pemilihan itu tidak perlu banyak syarat, yang penting ada pilihan. Jangan semuanya korup, semuanya menjerumuskan rakyat. Harus ada good guy, jangan semuanya bad guy. Wajar saja kalau pemilihan presiden itu seperti sekarang. Tapi isinya jangan ambisi saja yang dipatenkan, harus ada artis dan tokoh-tokoh inspiratif. (dipikir pakde sudah mewakili gitu?)
Dalam kenyataan menuju pemilihan presiden 2009, susah sekali menjaring calon yang bisa memberi inspirasi. Kebanyakan tokoh publik malah mengecewakan masayarakat, tapi mereka maju dengan uang dan organisasi. Begitu mudahnya menjadi calon sehingga dalam survey pilihan publik, banyak calon yang maju dengan dukungan sangat kecil. Pemilihan presiden dilakukan secara demokratis di banyak negara. Biasanya sistem politik yang berjalan di nehara-nehara itu kira-kira sejalan dengan budaya politik yang sudah tertanam lama. Di Indonesia, kini mekanisme demokrasi sudah sangat canggih, tapi dasarnya adalah asumsi akan budaya politik mapan. Dalam kenyataan di Indonesia, sebagian besar masyarakat Indonesia hidup dalam kultur politik yang jauh dari penerimaan nilai-nilai demokratis. Akibatnya, walaupun sistem pemilihan kita demokratis, tapi sangat mungkin orang yang menang pemilu sama sekali tidak punya kebiasaan untuk bersikap demokratis. (pakde tahu apa tentang ini seh?)
Misalnya, bisa terjadi seorang calon gubernur cepat marah kalau ditanya oleh wartawan. Jadi ia menghindari pertanyaan, bukan menyambutnya sebagai kesempatan mempromosikan diri. Aneh juga, pemilih mau memberikan suara kepada orang yang sangat tidak jelas rencananya atau bahkan pikirannya mengenai suatu masalah. Di Amerika Serikat sekarang ini ada Stephen Colbert yang menjadi calon presiden. Dia adalah tokoh komedi dari Central Comedy dan Colbert News Report, tapi dalam wawancara televisi yang tidak sambut dengan semangat, dia bisa lebih terfokus pesannya dibandingkan dengan calon yang serius. Memang diperlukan suatu rasa humor tinggi untuk bisa menjalankan tanggung jawab kenegaraan dengan kewarasan bersikap dan rendah hati terhadap dirinya. Kalau tidak, kekuasaan mengandung racun yang membuat orang serius menjadi kejam dan mengejar obsesi kekayaan dan kekuasaan mutlak. (Apa pakde Cukup Humoris?) Nggak juga kayaknya!!! Bikin komunitas aja baru Bloggerjambi (halah itupun di bantu temen2 lainnya).
Jangan sampai Pakde jadi presiden, Pakde nggak mau punya bodyguard yang petantang petenteng nggak karuan, padahal tugasnya jaga-jaga doank. pakde ngak mau melihat sodara2nya nanti malah membungkukan badan sebagai bentuk penghormatan. Noooooo I said Noooooooooo. (ya sudah diem aja pakde).
Jangan sampai Pakde menjadi presiden atau wakilnya. Justru semua yg masih berpikir dan benar2 menginginkan Indonesia menjadi negara yg progresif, (mentang2 kerja di Metro FM The Progressive Radio nih si Pakde) harus selalu menjadi oposisi terhadap pemerintah agar terjadi constant check and balance. Sejarah menunjukan, bahwa seorang presiden (dan biasanya wakilnya juga) adalah hanya pion (kalo bahasa baiknya “pembawa mandat”). Permasalahannya, terlepas dari apa yg tertulis di konstitusi, siapakah yg sebenarnya menggerakan pion2 tersebut? Rakyat? Atau bisnis2 besar? hayooooooo. Jadi apa mungkin pakde bisa tangani ini dan memberikan mandat juga? Belum tentu meeeeeeen.
Pakde berkhayal andaikan saja tiap level pimpinan negara/partikelir ada skornya, jadi kita menilai berdasar kredit, skor, es ka es yang dicapai dari nol hingga saat ini. Intinya, saya yakin, Kepemimpinan tidak akan Berhasil, kalau prosesnya karbitan tanpa melalui candradimuka yang bertahap dan benar. Koq ngelantur ya, ya sudah kalau tidak berkenan, untuk konsumsi admin saja. (gaya banget pakde punya admin).
Kenapa tidak jika orang2 muda maju sebagai kandidat capres2009, di Indonesia masih banyak orang2 muda yang mempunyai kemampuan yang dapat bersaing dengan orang2 tua, kasih kesempatan yang muda sebagai pemimpin bangsa! (loh pakde kan sudah di kasih peluang, koq nolak….kenapa?) Apa perlu kita bikin konvensi pemuda calon presiden? Ada yang minat? trus nanti yang menang kita jadikan calon independen dengan dukungan seluruh kaum muda. bagaimana rekan2?? kalau memang tidak feasible tidak perlu dipikrkan.. (pakde mikir mode On).
Kayanya saya adalah salah satu dari orang Indonesia yang paling pesimis mengenai siapa calon presiden yang paling pantas dan layak untuk dipilih menjadi presiden atau pemimpin dari Negara Indonesia yang kita cintai ini. Apalagi calon itu saya tunjukan sendiri.
Indonesia oh Indonesia generasi muda bangsa pada kemana ? Kalo saja pakde punya mimpi jadi presiden. Mungkin judul diatas masuk dimedia apapun…pakde pakde… renungan closed!! Please be patient. Do Not SERIUS. Saya hanya menanggapi SMS temen dengan renungan bahwa semuanya akan baik2 saja dan saya tidak mau jadi President.



Mendukung … Tapi, saya sudah presiden lhi, Presiden Lembaga Pengkajian Kebudayaan dan Pembangunan Kalimatan.
SEMUA ORANG PASTI PERNAH MERASAKAN CIUT DAN LANGSUNG MERASA NGGA NYAMAN KETIKA ADA YANG MENGUTAK- NGATIK PILIHANNYA…TERUTAMA UNTUK URUSAN PEKERJAAN, JODOH DAN LAINNYA…
NAMUN DIRIMU TERGOLONG YANG UNIK NIH PAK DE….
MASA LANGSUNG KEPIKIRAN JADI PRESIDEN?…
PAK DE PUNYA CITA/HAYALAN/KEINGINAN ATAU WHATEVER-LAH NAMANYA….
SECARA PRINSIP…AKU SETUJUI….
ASAL…AKU MASUK DALAM KABINETNYA…HAHAHAHA
MENTRI APALAH…YANG PENTING DPT JABATAN…
AKU SETOJJOOOH! *kumat nih KKN nya*
Klo pakdhe preisen saya jadi apa pakdhe???
selamat malam pakde!
aku ikutan setuju pakde jadi presiden tetapi tahunya ini pakde belum bisa aku tentukan…………..hmm setelah ku pikir pikir tahun yang akan datang juga boleh jadi kan para kabinetnya tak akan lagi pergi pergian ke luar negri melainkan duduk manis di depan komputer trus ngeblog dech…….halah! di sambit pakde.
salam hangat selalu
wah udah deket pemilu yaw..
sapa aja presidennya sie okay..
asal g gengsi bwt melanjutkan program yg udh ada, bukanx meninggalkan yg udah berjalan n bwt program baru yg blm tentu slese dlm 5 thn kedepan..
tapi kalo pakde calonkan diri
wah pasti dukung dweh..
Dukung pakde jadi presiden
Tapi penasaran cerita tentang bloger jambinya pakde… saya baru aja selesai tugas di jambi nih, pakde orang jambi toh.
Halah… cuma renungan yaa.. padahal saya sudah siap2 mendukung. Dukung Doa aja cukup gak sih..? Xixixi..
Btw ini pemikiran positif untuk kepentingan bangsa. Namun sepertinya perlu wadah yang kuat untuk mendukung calon muda ke puncak pemerintahan di negeri tercinta ini.
Yang pasti memajukan bangsa ini adalah KERJA BESAR dan butun SATU TEAM YANG SANGAT SOLID DAN KUAT. Tampaknya sekedar punya seorang presiden yang berwawasan luas tak cukup. Dia HARUS didukung oleh SATU TEAM yang SEJIWA dalam memperjuangkan perbaikan bangsa ini. PR Bangsa kita ini terlalu banyak dan complicated untuk bisa ditanggung hanya oileh SEORANG Presiden.
Wew sama neh pakde, saya termasuk pesimis terhadap “calon presiden” sekarang ini, yang penting dia ga ngelarang saya ngeblog dan nyari duit dari internet ajah. Soal yang laen ga ngurus ah… ribet….
Andai mars, jupiter, venus, dan planet-planet lainnya bisa dan layak dihuni oleh manusia dan dapat hidup tanpa bantuan tabung oksigen saya pilih sampeyan jadi presiden pertama disana
Pokoke jangan milih jadi presiden di bumi deh pakde.., dijamin puyeng harus benerin yang udah ngga’ bener hehehehehe….
Aku tunggu deh proposalnya. Siapa tahu aku bisa dukung.
Bisabisanya ngayal jadi president.. heeee
Ntar yang jadi program director siapa?
Emmm…perlu tim sukses gak pakde??? Kalo perlu saya jadi ketuanya…he
Salam kenal ya pak de,,, link back yaa…
Bagaimana seaindainya gologan tua dengan pengalaman dan kebijaksanaanya digabung dengan golongan muda yang lebih dinamis dan berfikir kritis…
Jika ini terjadi pasti Indonesia menjadi negara yang sangat makmur dan bermartabat. Thanks
VOTE 4 PakDe… (2009)
VOTE 4 GBaiq… (2019)
deal…?
(PakDe dua periode saja …, selanjutnya saya..!)
hehehe…
[senyum]
walah, pakde mau jadi presiden?
boleh deh..
saya siap jadi tim sukes… eh,, sukses!!
Billy K.
Heheheee…Siap mendukung…:)
Thanks buat kunjungannya PakDe..
Nyoblosnya dimana nih pak De .. ato seperti waktu pilkada DKI Jakarta kemaren? .. coblos kumis ne? hahahah
Pak De .. jangan dikotomi gitu .. pemimpin itu tidak dilihat dari usia. Tapi dari kompetensinya. Kalo usia muda sudah memiliki kompetensinya .. ngapain ga? .. tapi kalo usia tua bisa memahami arti sebuah perubahan .. juga mengapa tidak?
Jangan terjebak dengan dikotomi. Yang kita cari adalah orang yang memiliki kompetensi — baik pengalaman, pengetahuan, hati nurani, networking dan ‘kaya’.
Pak De …
Aku sampe kaget …
Kirain beneran mau mencalonkan diri jadi Presiden …
Jangan Pak De …
Nanti saya bisa kehilangan teman … seorang Broadcaster yang asik …
Ok ? Ok …
Salam saya …
NH
Jadi Presiden itu hak dari setiap warga Negara RI pakde…tertuang dalam UUD.
Jadi nih nyalonin nya?
Pak de…
kirain beneran… ternyata renungan doang…
tapi beneran juga nggak apa-apa…
kalo jadi presiden, masih tetap blogging nggak?
kalo nggak, saya nggak bakalan dukung…
[senyum]
Wah kami setuju banget kalo PakDe jadi Presiden……… PakDe tuh orangnya penuh dengan kreativitas dan idea-idea yang cermelang……….. kayaknya Indonesia butuh profil yang kayak gini nih untuk memajukan Negri kita…….. Hidup Indonesia………….. Hidup Musik HardCore………..
pakde,
banyak orang bilang kalo orang yang berumur lebih bijak dan berpengalaman daripada anak kemarin sore tapi sebenarnya jangan menghalangi yang muda untuk bersaing. Terus terang saja saya juga sering berpikir seperti itu karena di kantor saya “yang muda2″ kadang2 dianggap “sok pintar” apabila berbuat “lebih” daripada seniornya. Maklumlah, saya kan bekerja di instansi yang mengutamakan kesenioritasan.
Kok jd curhat? hehe..makasih artikelnya pakde, saya juga jd pengen berhayal
Pakde for President. Why not
pesan moralnya : sebuah negara yang
serius ingin maju….memang sudah
seharusnya membuka peluang sama
bagi setiap warganegara untuk menjadi
presiden. Soal terpilih atau tidak,
itu urusan belakangan
*memang sih, seharusnya
capres itu butuh persyaratan dan mesti kapabel
tapi faktanya bnyk orang kapabel dan kredibel
di negeri ini tak bs nyapres, karena
persyaratan yg ditetapkan DPR terlalu memberatkan
inggih Pakde, matur nuwun sanget.
Saya dukung pakde…tenang aja,he.he.he!.:-).Tapi program kabinetnya nanti apa namanya..?
wah minta tanda tangan duluan deh pak de, sebelum jadi president betulan ntar gak kenal saya lagi …
Pakde, kalau jadi presiden, ntar ga sempat nulis yang lucu2 lagi lho……
Kita jadi kehilangan.
Minimal Pak De sudah melalui tahap pertimbangan. Keputusan akhir menjadi tidak terlalu penting karena itu konsekuensi dari pertimbangan. Jadi masih tetap gak kepengen nih, Pak De?
Pak de…aku ngak dukung..hehehehe…
Jangan larut dalam politik,berbuat baik tak dielu…Berbuat jahat malah dihujat (walau jaman sekarang sedikit yang berbuat baik…maaf buat bapak-bapak yang baik sebagai pemegang amanat rakyat)
Lebih baik tetap Pakde yang isnpirasinya selalu aku tunggu,tak kalah berarti dari seorang Presiden
Mungkin akan jadi King Blogger!
Salam hangat…dan…Teiring doaku buat kesuksesan,kebahagian dan kesehatan Pak De dan keluarga!
Pakde for president 2009, ssetuju, saya dukung dan ikut jadi jurkam (kalau diterima).
Saatnya orang muda, polos dan punya visi dan program yang dapat dilaksanakan dengan baik”workable”, demi rakyat, yang pantas jadi presiden.
Maju terus Pakde.
Wah, kalo Pakde jadi presiden, saya daftar di buku tamu yg pertama yah…
Cita-cita jadi Presiden sih boleh 2 aja. Kenapa tdk….
Apalagi sekarang lagi krisis kepercayaan.
Jadi dari pada pilih org yg tidak dikenal lebih baik pilih Pakde aja. Enerjik, pinter, sidikit ganteng deh. Yg banyak saya.
Kawakakakakakaka
Setuju deh sebagai “Presiden Blogger Jambi”….
kan sudah dinyatakan dalam harian JI dan JE ?
haha! ada-ada aja lamunan pakde.
but it is no harm try, toh? siapa tau banyak yang mendukung. yang pasti satu suara dari saya, pakde.
ralat dikit nih, pakde. kalau pangeran charles sih gak usah dimasukkan sebagai contoh, soalnya untuk negara monarki kedudukan raja hanya sebagai simbol, bukan berfungsi di pemerintahan. jadi biar setua atau semuda apa juga gak ngaruh. hehe!
wah kalo Pakde beneran jadi Peresiden.. saya akan ikut numpang beken huehehe.. sambil bilang ke kenalan-2, “itu Peresiden baru kita itu temen ngebloG saya lho.. suwerrr!!!”
nghayal.. nghayall….
andaikan pakDe “khilaf” tiba2 beneran mencalonkan diri… (heheh… kayaknya jawaban untuk temennya yang di Bandung itu perlu direvisi pakDe…),
maka beberapa saat ke depan,
v lagi baca blognya pak presiden…
ntar malem-malem v chat ma pak presiden….
v juga bisa gangguin pak presiden via sms… heheh…
keep blogging, keep chatting.. keep on the recent number… halllahhh…. (bahasanya bener ga pak pres?)
oh ya PakDe…. v kemana2 bawa permen.. heheh… PakDe jangan deket2 ya… ntar abis lagi..
kalo jadi presiden mana sempat nge-blog lagi pakde…
selamat siang Sang Presiden pakde………….semangat!
salam hangat selalu
nah pakde…. kl bener mau jadi presiden kudu siap kanan-kiri, luar-dalem lho…
Pak De!
hidup berawal dari mimpi,
saya dukung Pak De utk berkompetisi dengan Fadjroel Rachman, Rizal Ramli, ataupun Ratna Sarumpaet , satu lagi yg dah mundur Rizal Malranggeng.
Ayo…
Pak De,
saya mau jadi tim suksesnya
ayo pak
mmmhh.. pak presiden beneran lagi sibuk niiiiyyy..
Saya dukung lah kalau jadi presiden…. tapi presiden kaum Blogger ……. salam dari perhimpunan mahasiswa bandung.
Waduh pakde…khayalannya berat banget sih..Hiiiiiii..mbo ya ngayal tuh yang enak – enak…yang mudah – mudah…yang seneng – seneng…!Waktu nadin mo ikutan ngayal jadi presiden, yang muncul ke otak cuma masalah semua pakde…ya masalah penyediaan sekolah gratis (yang katanya mo dihapus), masalah lapindo yang lumpurnya belum berhenti, masalah hutan yang hilang dan tanah longsor, masalah hak paten kebudayaan kita….walaaaahhhh…piye to pakde…he….
Info:
kok postingan “dompet” gak ada pak de?
eror ya?
idealnya presiden ojo tuwek-tuwek..paling ndak ya seumuran Obama-lah…
pakdhe seumuran Obama khan? saya siap nyoblos deh
salam kenal
Kepemimpinan muda yang bukan sembarang muda yang Indonesia butuhkan saat ini.
Mari bersiap diri..
takan henti berbagi cerita