Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘I-Stories’ Category

Welcome to my Paradise

Dimana Tempat Baru Saya???


ENTER

Advertisements

Read Full Post »

KOPDAR Review

bloggerjambi-okePernah denger BLOGGERJAMBI? Please, jangan malu-maluin untuk tidak mengenal komunitas blog yang satu itu. Kalo memang iya nggak kenal sedikitpun tentang komunitas itu, its means temen2 bukan orang yang jago bloggwalking. Apa yang menarik dengan BloggerJambi ini? Sory to say (sedikit bangga sebenernya) Pertama. Pakde punya Temen namanya Amelia Masniarni yang baru Realease buku Miss Jinjing tanggal 20 November 2008 kemaren di Gramedia Jambi. Kedua, Pakde bangga punya satu temen yang gila banget kalo lagi menuangkan kata2 nya….ngalir aja seperti air liur….Novi namanya, sayangnya dia lagi di Jakarta, lagi di permak urat syaraf nya karena  penyakit yang ia derita. Bilangnya sih MIGREN nama penyakit itu. Jadi isi kepalanya harus di SCANN di Jakarta. (cepet sembuh deh ya…). Mudah2an setelah itu kepala di Scann gaya menulisnya makin liar. (Ngarepin banget nih pakde pengen nemuin tulisannya yang agak2 nyeleneh dari bahasa dapurnya) Eh Jangan2 dia malah lagi hunting di Jakarta untuk dapetin Inem Baru. soale dia akan ngikut Pesta Blogger di jakarta malam minggu ini. (whatever lah…yang pasti tuh anak aset buat Jambi, Pedih banget pakde nggak bisa ketemu dia di KOPDAR1 Kemaren).

mati-karena-cinta

Ketiga, Pakde punya komunitas Jurnalis yang widiiiiiiiiiiiiih keren, ada Bang Jay sebagai Redaktur jamek, ada Bang Mursyid (duh itu TV kapan mao di launchingnya Bang! Gak sabar nih Bang). Terus ada Donna Depece yang paling lincah buru berita sana sini Ada juga Jony Rizal. Komunitas Bloggerjambi ini muncul dari pemikiran pakde dan Om Rere (o i ya om rere ini baru balik dari Sudan, alesannya sih mentah banget, Pengen Honeymoon katanya jadi ambil cuti dari The United Nation). Ampun bang!

Coba tebak berapa lama kami menghimpun komunitas BLOGGERJAMBI? 1 tahun? dua tahun? atau 3 tahun? Nooooooooooooooo, salah!!!
Komunitas BLOGGERJAMBI saat ini baru berjalan 5 bulan. Ide awal terbentuknya komunitas ini digagas oleh Om Rere dan Pakde. Keduanya adalah pejantan yang sangat KESEPIAN, sekali lagi ke-se-pi-an. Keduanya terasing didua benua yang berbeda, namun terdampar on the same island, Pulaunya adalah pulau WORDPRESS. Om Rere cukup lama malang melintang sebagai blogger, Sementara Pakde Juli lalu baru merintis hobi barunya ini. Keduanya sama-sama memiliki kelainan yang sangat unik, yang satu gila ngenet yang satu gila dengan design, setelah melalui percakapan yang cukup rutin lewat YM, suatu malam tercetuslah ide untuk menghimpun komunitas blogger khusus Jambi, (ide plagiat pakde pun muncul) Alasannya simple, kota lain punya komunitas blogger, sementara Jambi tidak punya. Dari pemikiran simple inilah, Akhirnya muncul Bloggerjambi, dengan embel2 didepannya THEUNITED. (Nama ini dipakai karena admin satu bertugas di UN) Namun keduanya di satukan dalam dunia maya dan kota bernama Jambi. Ide brilian Om rere & pakde pun muncul saat chatt, tiap malam bermunculan ide2 brilian dari keduanya dari A sampai Z. Om Rere bikin AdSense plus Aggregator. (sejenis binatang apa pula ini bah?) sehingga markas kami masih numpang di blogspot. Waktu itu, pakde hanya memikirkan bagaimana cara menghimpun bloger jambi yang sudah cukup banyak bermunculan. Termasuk design logo, serta hunting beberapa blogger.

Terus ada Blogger lain namanya Nila yang sukses dengan Jasa Travelnya. (serbu dah situs nya) siapa Tahu dapat Free Flight ke Jambi. Untuk urusan program komputer pakde punya Erwin Nassa, Terus ada juga Putra Eka (tampangnya sih mirip2 artis, dia nih orang ganteng kedua setelah Pakde, Yeeeee apa maksud??? Masa iya pakde mesti bilang cantik, Please deh ‘aaaaaaa….). Ada anak Mahasiswa namanya Hanafi. (Wake Up litle brother we Here), Satu lagi Rimbo Bujang, Dia yang paling Jauh nampaknya, Pengen tahu kenapa….? nih anak sepertinya masih betah di Jawa untuk cari gelar dua anak ini sepengatuan pakde masih betah ngeram di kampus. Kenapa tidak Konsultasi Masalah Pendidikan dan kesenian Tradisional dengan Mas Guru ya?…Agar cepet lulus.

Nah kalau BLOGGERJAMBI sakit ahlinya tentu siap siaga, namanya KEMI tokoh yang satu ini ngurusin dunia kesehatan. Apoteker? bukan! Dokter ahli? bukan….pokoknya ia bertugas di puskesmas. Sayangnya kalo PC yang sakit dia nggak bisa jamin sembuh…wek!
Whos Next? mmmmmmmh…..(mikir bentar)……Ada Alvin & The Cipmunks (brainwash Alvin & The Cipmunks terlalu kental di kepala pakde) jadi kalo nyebut nama Alvin pasti belakangnya jadi film itu. Doi yang punya urusan dengan toko buku yang terkenal itu…..GRAMEDIA. Nah…selanjutnya ada nama lain Pak Mahendra beliau ini mengurus export import |Product | Business Opportunity |Jambi News |School | College | Forest | Market |Advertising |Jambi Online |Relate | etc. di borong habis2an sama beliau.  Yang lain….pakde kenalkan namanya PUTRI, “dekatrumah” itu nama blognya, baru muncul memang, dan itupun saya temukan dari bloggnya Pak Mahendra. Kemaren di acara KOPDAR kebetulan dateng juga.
Oiya hampir lupa…di Jambi ada club Jerman juga, yang dikelola Ibu Hilde Siregar. Ibu Hilde ini terbeban dengan pemuda/i Indonesia yang belum mendapat pekerjaan ataupun bekerja tetapi tidak dibayar dengan layak atau tidak mempunyai kepastian masa depan. Selain itu, Bu Hilde ini ingin pemuda/i Indonesia mengalami kehiduan luar biasa di Jerman dan Austria yang akan menambah wawasan mereka dan membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih baik dan tangguh. Terus Pakde sendiri gimana? …..Pakde sendiri?…pakde hanya ngurus program radio saja di Jambi. Bela-belain nekat dari Bandung ke Jambi sekedar memberi warna dan pelebaran sayap.

Jadi apa yang temen2 tangkap dengan profil Bloggerjambi ini? Cukup lengkap saya pikir. Semuanya punya ciri dan keahlian khusus.

Moment lain yang bikin bangga salahsatunya karena kami bisa KOPDAR1 di Gramedia Jambi sekalian Book Launching Miss Jinjing.  Dan dihadiri sekitar 1Ratusan Undangan dan 13 BLOGGERJAMBI. KOPDAR ke 2 akan di laksanakan lagi tanggal 23 November 2008 di Jambi tentunya. Maaf bukan berarti nggak mau ngikut Pesta Blogger di Jakarta ya….tempatnya itu…duuuuuuuh jauuuuuuuuuuuuuuuuh, belum mikirin transfort ini itu. makanya cukup di wakilkan sama Novnov. Kopdar pertama BLOGGERJAMBI di barengi dengan Kegiatan Launching buku Miss Jinjing plus blogger. Yang hadir bukan hanya bloggerjambi, dari undangan berjumlah 100 orang pun cukup mewarnai mini launching ini. Satu lagi dari Gagas Media Juga dateng, profesinya sebagai dokter naskah, nama kecilnya sita. Lengkapnya Resita Wahyu Febriratri.

miss-jinjing-20

Book Launching Miss Jinjing

Puncak acara KOPDAR BLOGGER JAMBI yang ke 2 Akan dilaksanakan Tanggal 23 November 2008. Tunggu laporan lengkap pakde ya…..!!

Read Full Post »

Masih Ingat dengan kisah inspirasional yang pernah saya ulas disini? Biar Jelas Click dulu link nya.

Sudah di click? Lanjut dengan posting ini.

Pertemuan kedua dengan lelaki tua itu terulang lagi tanggal 11 November 08, rentang yang tidak lama, dihitung2 hampir satu bulan. Ada yang berubah sedikit dari tulisan kedua yang diberikan pak tua itu. Pertama Naskah yang ditulis dan kedua media yang dipakai untuk menulisnya beda, bukan lagi kardus tipis yang dilipat tapi amplop ukuran A4. Begini isinya:

“Bapak ini musafir, Tidak bisa bicara “bisu” Tidak ada keluarga Tidur di mesjid-mesjid Di sepanjang jalan.

Atas rasa kemanusiaan. Mohon bantulah bapak ini. Tolong beri “Sedekah” Se-Ikhlas hati…setulusnya.

Semoga Tuhan senantiasa, Selalu memberkati segala, Amal dan usaha bapak-ibu, Sekeluarga. “Terimakasih”

NB. Yang menulis naskah ini adalah seorang makmum mesjid.

Apa yang saya lakukan dengan tulisan? Sama seperti waktu itu. Namun kali ini ada waktu bagi saya untuk membaca tulisannya dengan camera (kebutuhan dokumentasi blog), maklum lah sudah mulai aktif bikin Jurnal lagi.

Disini pakde mulai Gesit menangkap apapun yang disebut moment langka, memotret tulisan ma’mum masjid diatas amplop A4, sampai mengabadikan sosok lelaki tua yang datang kedua kalinya ke kantor saya.

Ada satu moment yang membuat saya terharu, tahu kenapa? Pertemuan kedua dengan lelaki tua itu tidak membuat saya shock seperti pada moment yang pertama, saya tidak kaget lagi. Karena ya…ini pertemuan kedua dan tidak ada yang harus di buat shock.

Tapi, entah kenapa lelaki tua itu masih juga berkaca ketika menerima amplop yang berisi uang dari tangan saya.  Mungkin lelaki tua itu menerimanya dengan perasaan haru, sampai harus berkaca-kaca matanya.

Amplop yang saya pegang bertuliskan bahasa proposalnya yang minim itu, ia tukar dengan tulisan yang ke tiga, ia letakkan di telapak tangan saya, “INI UNTUK MU” begitu kira2 ia bicara dalam kebisuan. “Ini apa? Bapak kan sudah dapat amplop dari saya, ini amplop apa lagi pak? bathin saya bertanya2 keheranan, “BACALAH, INI UNTUKMU, SAYA PAMIT, TERIMAKASIH UNTUK SEDEKAHNYA” ini bahasa terakhir lelaki bisu itu sambil memaksakan dirinya untuk keluar dari kantor.

Tangan saya, masih mencengkram kuat surat ketiga yang diberikan pak tua, sambil memperhatikan langkah pak tua menuju tempat lain, sesekali matanya itu melirik ke arah saya dengan lirikan yang sepertinya menandakan bahwa ia tidak mau di awasi dengan kamera saya yang siap jepret. “Shot..click”, satu pose akhirnya terekam,  saya perhatikan lelaki itu pergi entah hendak kemana.

Pertemuan yang begitu singkat, namun meninggalkan jejak cukup kuat. Nah, Jejak itu muncul dari lelaki tua itu sendiri yang langsung memberikan tulisan ketiga untuk saya, khusus untuk saya, apa isi tulisan yang ketiga dari pak tua yang ada dalam genggaman tangan saya, ini tulisannya.

Yth, Bapak-bapak dan Ibu – ibu Penyiar Radio Metro di Jl. Sumantri BrojoNegoro – Jambi

Assamualaikum w.w Saya adalah salah seorang pendengar setia radio metro yang berdomisili di kodya Jambi ini. Pada hari Jumat tgl. 17 Oktober 2008 yang lalu, ada seorang penyiar yang bertugas di sekitar pukul sembilan pagi. bercerita tentang orang-orang cacat jasmani dan cacat mental yang paptut di kasihani, saya sangat terkesan sekali dengan bung penyiar ini, bagaimana cara dan gaya bicaranya yang sangat menyentuh lubuk hati dan nurani yang paling dalam.

Saya adalah orang yang menulis surat buat sibisu, yang anda ceritakan diradio dihari jumat pagi itu. Terus terang dan sejujurnya saya katakan bahwa apa yang anda lakukan dipagi itu, sudah beribu-ribu kali melebihi apa yang saya lakukan untuk sibisu ini.

Saya merasa tidak enak hati kalau anda katakan bahwa anda merasa iri kepada saya karena anda tidak bisa berbuat baik seperti yang saya lakukan kepada sibisu ini, padahal apa yang anda lakukan di Jumat pagi itu sudah berlipat ganda melebihi apa yang saya lakukan.

Disini saya pribadi menghaturkan ribuan terimakasih banyak karena anda telah mengetuk dan menggugah hati orang banyak agar membantu orang-orang tak mampu.

God Bless You

ttd

Nofiar

NB. Maaf, surat ini saya tulis terlambat – sebab saya sangat sibuk di akhir-akhir ini.

INSPIRASIPAKDE On Radio. Ternyata pendengar pada jam itu dari berbagai lapisan. Mengingat apa yang telah saya ucapkan tanggal 17 oktober lalu pada saat siaran satu jam itu, membukakan pikiran saya untuk diam dan tidak mengekspose human interest program tentang lelaki tua lagi. Meskipun pada waktu itu mendapat respon positif dari pendengar. Pada saat itu pakde memang menceritakan sebuah moment yang masuk sisi human interest dan kebetulan merupakan kisah nyata yang ditemukan dikantor.

Ada yang saya pikirkan sekarang, Pertama menanggapi tulisan dari Nofiar *** . Kedua, Saya memikirkan dampak dari program yang saya bawakan dalam segmen Inspirasipakde.

Sekarang saya hanya terdiam, sambil duduk memperhatikan satu moment yang masuk dalam sisi hidup saya, tangan ini membolak-balik tulisan nofiar yang mengaku ma’mum masjid, munculah ide dari benak saya untuk membuatkan tulisan yang lebih rapi dengan menggunakan computer, terpikir juga bagaimana supaya tulisannya bisa tahan lama, agar awet kertasnya ya….harus di laminating.

Dengan kertas yang saya print out, nantinya Saya yakin suatu saat, ketika lelaki tua itu datang kembali, Saya tinggal memberikannya sebagai pengganti tulisan2 Mamum masjid, agar lebih sopan. Dan tidak banyak orang beranggapan lelaki tua nampak menderita sekali, minimal jika tulisannya lebih rapi dan bagus, orang akan berangapan bahwa lelaki tua itu pernah masuk panti rehabilitasi atau panti social lainnya, bukan sok sial tapi ya…!

Tapi apakah lelaki tua ini harus terus berjalan dari pintu ke pintu tanpa memperoleh perubahan apapun? Bukan ide yang bagus Pakde!!Iya bukan ide yang bagus….lalu bagaimana pandangan departemen social atau lembaga lainnyanya yang menaungi kaum duafa, saya yakin lelaki tua ini masih cukup kekar untuk berkebun, jadi tukang kuli atau paling tidak ada satu peluang untuk membalikan telapak tangannya tidak lagi harus berada di bawah telapak orang lain? Dengan hanya mengemis dan mengemis. I Hate this Word.

Ada satu tanda tanya besar dikepala saya sekarang, apalagi setelah melihat bahwa tulisannya itu datang dari seorang yang mengaku Makmum Masjid, kenapa ? Karena ia menggunakan media yang tidak begitu menarik dan nampak tidak sopan. Saya menangkap, Ma’mum masjid ini memanfaatkan karakter lelaki tua yang tidak dapat bicara itu agar terlihat semakin menderita, seolah tidak dapat, menggambarkan betapa miskinnya ia, membeli kertas HVS atau Polio atau membuat sebuah proposal yang jauh lebih sopan, dramatis habis.

Hal lain yang sedikit janggal dengan Nofiar ini, Jika beliau bisa menulis dan bisa bicara dengan banyak orang, kenapa tidak membuatkan tulisan dalam kertas yang jauh lebih sopan, dan kertasnya ia dapat dari lingkungan yempat tinggalnyal, kenapa tidak diberdayakan lelaki tua itu menjadi gardener atau kuli apa kek. Saya malah banyak bertanya2 dengan kesibukan ma’mum masjid bernama Nofiar. Sesibuk apa sih tugas seorang makmum masjid itu? Masak iya main ke Metro nggak sempat?

Satu lagi, ada satu tanda tanya yang paling besar. Apa Makna dari peristiwa ini? Asli saya belum menemukan makna dibalik cerita ini selain termenung menunggu dan menunggu hingga jawaban itu datang. Harus kah? Saya ekspose kembali pertemuan kedua dengan lelaki tua itu pada bagian kedua dalam segment INSPIRASIPAKDE? Saya pikir tidak. Biarlah Nofiar panas dingin penasaran dengan suratnya yang ia buat, tanpa ada jawaban apa2 dari saya, minimal dengan begini, jika ia memang cukup bersahaja, sesempit apapun waktu yang ia miliki jika dilandasi dengan niat, ia pasti datang berkunjung. Sehingga saya tidak penasaran siapa itu Nofiar.

Pesan Moral.

Saya koq bersi keras ingin merubah nasib pak tua minimal dari profesinya sebagai pengemis, menjadi tukang kebun atau apalah, yang jelas ia tidak harus menengadahkan tangannya terus setiap saat. saya melihat raga pak tua ini meskipun sudah tua tapi masih kekar loh. Saya yakin dia masih kuat untuk kerja keras. Tidak mudah bagi saya untuk merubah profesi pak tua ini, ya…ini hanya keinginan saya saja. Saya lupa. “NASIB SUATU KAUM ITU AKAN BERUBAH JIKA KAUM ITU SENDIRI MEMILIKI KEINGINAN UNTUK MERUBAHNYA.”

Trimakasih ya Allah….Atas waktu yang Engkau berikan untuk belajar banyak hal dari kehidupan orang2 di sekitar saya.

_________

*** ma’mum masjid yang mebuatkan tulisan untuk lelaki tua. Mendengar  nama Nofiar, lupa lupa ingat, saya koq jadi inget dengan sosok lelaki seusia saya yang ngurusin anak jalanan di Jambi. Diakah itu??

Read Full Post »

“To Be A Hero”

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran.

Jika ini terjadi pada warga negara Republik Indonesia yang gugur dalam perjuangan-yang bermutu-dalam membela bangsa dan negara, atau dilakukan oleh warga negara Republik Indonesia yang berjasa membela bangsa dan negara yang dalam riwayat hidup selanjutnya tidak ternoda oleh suatu perbuatan yang membuat cacat nilai perjuangannya. Maka munculah Gelar Pahlawan Nasional.

Sebutan yang cukup luhur bagi siapapun yan pernah menyandangnya. Meskipun untuk menyandannya tidaklah mudah. Saat ini kita hidup pada era dimana kita dibingungkan antara yang benar dan salah. Bicara pahlawan, maknanya begitu luas. Namun bagi saya, Pahlawan senantiasa melakukan Hal-Hal yang secara moral itu BENAR. Lalu, apakah makna sebenarnya dari istilah pahlawan itu? Apa kriterianya? Dan siapa yang layak disebut pahlawan? Inilah sederet pertanyaan yang bersarang dikepala saya.

Mungkin anda sependapat bahwa kita harus berjuang untuk menjadi pahlawan. Karena itu, hari pahlawan tidak hanya pada 10 November, tetapi berlangsung setiap hari dalam hidup kita. Ini memang tantangan yang tidak mudah, Namun menarik jika ini menjadi satu prioritas kita kelak. Dimana setiap hari kita berjuang, paling tidak menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan keluarga. Artinya, kita menjadi warga yang baik dan meningkatkan prestasi dalam kehidupan masing-masing. Jika dihubungkan dengan memaknai jiwa kpahlawanan, merenungkan ungkapan Mas Agus Salim di blognya, “senantiasa menjaga keseimbangan kualitas berpikir/ berkarya dengan kualitas moral.” I wish. Sebagian jalan untuk menjadi pahlawan itu sudah dimulai. Itulah salah satu signalnya.

Pahlawan adalah simbol dari keteguhan hati, figur yang mengingatkan kita bahwa kita bisa menjadi luar biasa melalui sikap dan tindakan kepahlawanan. Pahlawan tidak dilahirkan sebagai pahlawan, Walaupun benar bahwa sejumlah pahlawan menikmati status mulia dan memiliki tanda-tanda keagungan sejak lahir, Dia dilahirkan dari proses perjuangan dan tantangan sebelum akhirnya menjadi pemenang. Dan banyak dari mereka bukan hanya mengandalkan kekuatan fisik. Tapi sikap berani. Artinya terlepas dari apakah pahlawan itu memiliki tubuh yang kuat atau lemah, dia mampu mengatasi rintangan2 besar melalui KEBERANIAN.

Dialah figur yang tidak diperhitungkan (underdog) yang menghadapi rintangan panjang dan terjal. Tetapi dia berhasil membuktikan dirinya selama moment2 genting dan sukar termasuk pada titik2 kritis. Figur inipun muncul diberbagai profesi dan bidang yang digeluti.

Memaknai hari pahlwan tahun ini, saya sedikit menggelitik temen2 untuk melihat sisi lain yang memunculkan seseorang dapat menjadi pahlawan. Figur ini bisa saja muncul dan menjadi kekuatan komersil yang cukup efektif dalam proses pemasaran, Secara khusus, baik itu dari dunia hiburan film dan TV, ekonomi, olahraga, kalo kita perhatikan, semua bidang menyediakan ikon2 kepahlawanan yan membakar impian kita. Salah satu konsekuensinya banyak dari kita bermimpi menjadi seperti bintang2 atau pahlawan TV favorit kita.

Pahlawan di TV, Film Kartun bahkan komik ini juga cukup berpengaruh. John Wayne misalnya, menjadi legenda menyusul perannya sebagai pejuang berani dalam film film perang dan koboi seperti “The Alamo, True Grit dan The Sand Of Iwo Jima. Figurnya memainkan karakter yang berpendirian dan berkeyakinan, yang bisa diandalkan untuk menuntaskan masalah, meskipun melibatkan resiko pribadi dan pengorbanan, sama seperti semua Pahlawan.

Lalu bagaimana karakter kepahlawanan ini dalam hiburan? Peranan mereka itu begitu menonjol membentuk dan membakar impian kita ketika masih kanak-kanak.. Pahlawan2 dalam Komik GI Joe misalnya, dan karakter seperti power puff Girl, Scoobydoo, Watoo watoo, Detective Conan, Dragon Ball, Bahkan sederet kartun lainnya. Ini cukup berpengaruh di jaman kita kecil. Kita lihat cerita lain Woody & Buzz Lightyear dalam Toy Story, ini juga satu ikon heroik dalam kancah hiburan, meskipun mainan tapi sang kreator begitu piawai menghidupkan tokoh ini. Woody dan Buzz menampakan karakter classic Pahlawan. Inget dengan Toy Story episode 1 kan? Woody mengatasi kecemburuannya pada Buzz dan menjadi penyelamat Buzz. Pada akhir film, ketika Woody berhasilmelarikan diri dari Sid, anak jahat penghancur mainan, ia kembali untuk Buzz, Ada semangat keberanian dan kemauan untuk berkorban, Saat anak-anak berteriak senang, teriakan mereka mewakili lebih dari sekedar kekaguman akan animasi. Lambat laun karakter ini tumbuh dalam kepala anak2 kita. Saya sendiri sempat berkaca melihat aksi yang mengagumkan itu. Belum lagi kisah heroik lainnya yang dimunculkan oleh Spiderman, Superman, Hulk yang underdog, Aang Avatar, Batman & Robbin. Sailor moon dan kisah heroik yang mengharukan lainnya.

Mengingat daya tarik universalnya, Pahlawan seringkali merupakan ikon yang ditiru. Tanpa bermaksud menutup mata kepada jasa Pahlawan dari dunia NYATA, inilah versi saya dalam menggali dan memaknai hari pahlawan lewat dunia kartun. Menarik untuk dibahas karena dari sini kita belajar minimal tahu how to be a HERO. Ada satu catatan dari Romain Rolland (1866-1944), “PAHLAWAN ADALAH SEORANG YANG MELAKUKAN APA YANG MAMPU DIA LAKUKAN”. Mudah2an jadi bahan inspirasi dan renungan, selamat menikmati taman inspirasi pakde. Edisi Kartun. Semoga bermanfaat. 😉

Read Full Post »

Terbangun petang itu, Karena nyamuk sedang bermigrasi dan mencumbu kulitku. Garuk2 kaki dan tangan, Kucek-kucek mata sampai terbangun. Duduk sebentar seperti ada yang dipikirkan. Hidung mencium bau duren. Signalnya langsung dikirim ke otak. Daya endus makin kuat. menelusuri asal bau durian. “Dam!! Jauuuuuuuh dan bukan di lokasi apartemen”. Ini sugesti petang itu. Muncul lagi sugesti yang lainnya…dia bilang…”Pasti ada yang makan durian dan mampir ke apartemen!”

Berdiri jalan sempoyongan menuju tangga. Tangga mulai diinjak. satu..dua…bau nya makin pekat…tiga……semakin yakin jarak wangi tidak jauh……empat, endusan makin menjadi-jadi…dan WooooooW. Setumpuk duren dan nasi lemang tersenyum ramah menyambutku. Is It Dream???? No…ini bukan mimpi…duda-duda keren itu melempar pesona minta digagahi.

Mata tak berkedip melihat jumlahnya yang bertumpuk di taman apartemen. Kaki berdiri kaku. Jemari tangan mulai mengelus perut yang kian membuncit. Yessss dinner!
Semakin lama berdiri, semakin kuat menjamah dan menelusuri wangi dalemannya. Woooooow mateng semua!! ini asli duren, lengkap dengan nasi lemang yang masih panas. Party!!

Siapa yang bawa nih…kebingungan, bingung kalo-kalo durennya bukan untuk party. Beranjak sebentar ke toilet, pipis sebentar, cuci muka, berkaca lalu merapihkan rambut. Dan ceritapun dimulai…….
Duren ini ternyata oleh2 keluarga owner dari Tembesi, Jauh…dan nggak nanggung bawanya sampai 10 biji. Lengkap dengan dua buah nasi lemang yang masih panas. mmmmh Party Padangnese nih…makan duren campur nasi lemang gaya orang padang. Benar2 beruntung. Oya…Lemang ini dibuat dari beras ketan yang sudah dicuci dibumbui terus dimasukan ke dalam sebuku bambu dan di tanak sampai matang. Rasanya jangan ditanya….tiada bandingnya.

Duren & Nasi Lemang

Kalau saja malam itu saya hanya menikmati durennya saja, saya mampu menghabiskan 5 kepala. Karena penasaran dengan menunya. (Parno mode on) pengen tahu aja, gimana rasanya nasi lemang Plus Duren. Rasanya tuh ternyata bener2 nikmaaaaaaaaat. sayangnya membuat perut lebih cepat kenyang.

Duren yang dimakan semalem, masih bersisa, di Apartemen tidak begitu banyak yang suka dengan duren. Walhasil, sehari kemudian Duren ini saya nikmati kembali di kantor jelang makan siang.

| Mengolah DUREN |

Tahu kah anda? Nama lain durian adalah kadu, duren, (Jawa, Gayo), duriang (Manado), dulian (Toraja), rulen (Seram Timur). Setiap daerah itu punya kebiasaan sendiri dalam mengolah dan menikmati durian. Di Sumatera bagian selatan(Sumsel, Lampung) dan Kalimantan, durian diolah menjadi lempok atau lempuk. Lempok alias dodol durian berbeda dengan dodol garut rasa durian. Lempok yang asli hanya terbuat dari daging buah durian dan gula merah. Rasanya mmmmmmmhhhh yummmy dah. Lempok yang asli biasanya mahal, yang tidak asli jauh harganya lebih murah karena sudah bercampur tepung beras.

Di Jambi, di Kalimantan durian juga diolah menjadi sambal, namanya sambal tempoyak. Yang ini menunya aku tidak suka. Cita rasa durennya hilang. Masak iya makan duren rasa cabe + Ikan. Bedebah!!
Di Wonosobo, Pongge atau biji durian, biji buah duren yang berlendir itu, diolah menjadi penganan namanya STIK PONGGE. Setelah melalui proses pengolahan stik pongge ini memiliki cita rasa yang rasanya gurih dan cukup renyah, tanpa pengawet maupun pewarna.

Di Daerah Pasundan Jawabarat ada bubur OBLANG namanya (nama lainnya saya nggak tahu). Bubur nasi ketan yang dibubuhi gula merah plus daging buah duren. Rasanya enak banget…

Oen Liang-Hie dan M. Soemartini 1998. The presence of 5-hidroxy-methyl-furfural in the shells of the durian fruit (Durio Zibethinus Murr.) as minor deodorant and its possible role in the ripening process of the fruit (5-OH-metil-furfural pada kulit buah durian sebagai deodoran minor dan kemungkinan perannya dalam proses pemasakan buah). Namun pada beberapa masyarakat di daerah jawa timur, sebagian penduduknya menggunakan kulit durian yang telah dimakan sebagai aroma diruang tamu. kebiasaan ini muncul didaerah yang menghasilkan durian dan daerah pedesaan. karena dipercaya aroma durian mampu membuat tikus dan hewan pengerat menjadi enggan untuk masuk keruangan yang berbau durian tersebut. bahkan campuran. Bahkan ada yang melakukan uji coba kulit durian dan biji nya di olah hingga dapat dijadikan obat anti nyamuk. Inilah beberapa keunggulan lainnya.

| Jenis DUREN |

Sambil makan duren…tahu ngak? ternyata untuk beberapa ras lokal belum diseleksi, sehingga masih bervariasi dan keunggulannya belum terjamin. Biasanya dinamakan sesuai lokasi geografi. Beberapa di antaranya adalah Durian parung, Durian lampung, Durian jepara, Durian palembang, Durian padang. Yang kemaren saya makan berarti Durian Tembesi. Pantesan keras kulitnya, tapi kenapa miss Merry bilang duren Padang ya….?

Di Malaysia, durian unggul hasil seleksi diberi kode nomor dengan huruf D di depannya. Beberapa di antaranya adalah ‘D24’, ‘D99’, ‘D123’, ‘D145’, ‘D158’, ‘D169’, ‘D159’ (klon sama dengan varietas ‘Montong’).

| Resource dari wikipedia. |

Tumbuhan dengan nama ini bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga (genus) Durio. Nama ilmiah durian komersial adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasaran setempat di Asia Tenggara meliputi D. kutejensis (lai), D. oxleyanus, D. graveolens (durian kura-kura atau kekura), serta D. dulcis (lahong).

Suatu saat nanti, kalau temen2 panen Durian. Atau mau borong durian, jangan lupa Kabari pakde ya…anytime…anywhere…everywhere….pakde siap nyicip.

Read Full Post »

Its not KUNGFU FIGHTING

Biarin saja mereka semua berantem di situ. Maunya apa, silakan. Nantinya, dari berantem-berantem itu semoga saja ada suatu dialog menuju perdamaian. Bergerumul, bicara tidak karuan tak jelas siapa yang disalahkan, tak jelas pula siapa yang merasa benar. Inilah satu moment yang mewarnai kepulangan mereka dari sekolah Yayasan Dewi Nurdin Hamzah Jambi.

Sebuah yayasan pendidikan yang melatih mental anak2 ini untuk cerdas dilengkapi budi pekerti yang baik.
Saya tidak bermaksud menyalahkan pihak manapun ketika satu peristiwa yang dilakukan sekelompok anak muda atas aksi saling hantam ini. Orang tua tentu menginginkan anaknya tidak melakukan hal negatif, sama halnya dengan sekolah, lautan ilmu bisa di dapat dan bukan ilmu tawuran. Berapa persen mereka bergaul dengan lingkungan yang belum positif, ini yang akan menetukan sebuah pribadi dibentuk. Dan lingkungan pergaulan tetap memberikan pengaruh bagi mereka dalam membantu proses perkembangan mentalitasnya.

Ini adalah sekelompok anak2 berseragam abu-abu yang katanya sedang mencari jati diri beraksi dalam bentuk TAWURAN. Ya…! satu bentuk perilaku agresi, yang disengaja dengan maksud untuk menyakiti dan merugikan orang lain. Memang terdengar klise ketika kata “Masa Remaja” diartikan masa manusia mencari jati diri. Bila pencarian tersebut direfleksikan melalui aktivitas berkelompok untuk menonjolkan keegoannya, lambat laun yang terjadi dikalangan anak muda, status memiliki kelompok ini menimbulkan adanya semacam ikatan batin antara sesama kelompoknya untuk menjaga harga diri kelompoknya. Maka tidak heran, apabila kelompoknya diremehkan, emosional-lah yang akan berbicara.

Saya tak perlu mengajarkan lagi kepada siapapun karena pada fase ini, remaja termasuk kelompok yang rentan melakukan berbagai perilaku negatif secara kolektif (group deviation). Mereka patuh pada norma kelompoknya yang sangat kuat dan biasanya bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku. Penyimpangan yang dilakukan kelompok, umumnya sebagai akibat pengaruh pergaulan atau teman. Kesatuan dan persatuan kelompok dapat memaksa seseorang untuk ikut dalam kejahatan kelompok, supaya jangan disingkirkan dari kelompoknya.
Disinilah letak bahayanya bagi perkembangan remaja yakni apabila nilai yang dikembangkan dalam kelompok sebaya adalah nilai yang negatif. Tentu, ini akan memperjelas “wilayah abu-abu” kaum remaja kelak.

Sulit memang jika kita dikembalikan lagi ke masa lampau saat kita berusia seperti mereka. Gejolak ego ini kerap muncul dan mendominasi jumlahnya sampai kita dikalahkan untuk dapat memilih, menentukan satu kelompok lingkungan yang sesuai keinginan kita. Apalagi jika sudah didasari asas solidaritas atau asas pertemanan lainnya yang sudah mengakar pada kualitas pribadi yang sudah saling akrab satu sama lainnya. Ya…meskipun pribadi yang di kenal dan buruk karakternya, tetep saja FUN.

Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kerawanan sekolah dijadikan ajang perkelahian. Pertama adalah faktor fisik sekolah Seperti berdekatan dengan pusat-pusat hiburan/keramaian, kurangnya sistem pengamanan lingkungan, serta tidak tersedianya sarana yang membuat anak-anak betah di sekolah. Ada lagi faktor psikoedukatif, yaitu ketertiban dan kelancaran proses belajar-mengajar di sekolah. Dan faktor efektivitas interaksi edukatif di sekolah.

Lalu bagaimana dengan manajemen rumah tangga yang tidak efektif? Pola asuh yang tidak tepat (pola asuh keras menguasai maupun pola membebaskan) serta hubungan yang tidak harmonis antar anggota keluarga dapat menyebabkan anak tidak betah di rumah dan mencari pelampiasan kegiatan di luar bersama teman-temannya. Hal ini tidak jarang menyeret mereka kepada pergaulan remaja yang tak sehat, seperti perkelahian.

Kondisi lingkungan tempat tinggal yang tidak berkualitas, tidak nyaman dan tidak layak, akan mempengaruhi remaja dalam menyikapi dan membangun hubungan dengan dunia sekitarnya. Bagi remaja yang hidup di tempat kumuh dan kotor kemungkinan besar mereka tidak akan nyaman tinggal di rumah sehingga akan melarikan diri dari kenyataan. Pada kondisi inilah remaja mudah tergiur untuk berbuat menyimpang karena lepas dari norma dan pengawasan di rumah.

Masa depan mereka tidak hanya ditentukan oleh dirinya, namun juga kita selaku yang terdekat dengan mereka.
Mereka berada dalam satu masa periode storm and drang period (topan dan badai) dimana gejala emosi dan tekanan jiwa, sehingga perilaku mereka mudah menyimpang. Inget, mereka perlu mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, Seperti Mengikuti kegiatan kursus, berolahraga, mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, dll.

Sulit? Bagaimana kalau kita awali dari lingkungan keluarga? Dengan mulai melakukan pencegahan terjadinya tawuran, minimal memberikan pola asuh yang baik. Artinya:
– Penuh kasih sayang
– Penanaman disiplin yang baik
– Ajarkan membedakan yang baik dan buruk
– Mengembangkan kemandirian, memberi kebebasan bertanggung jawab
– Mengembangkan harga diri anak, menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi tertentu.

Ini Resource yang saya temukan sendiri dari beberapa buku sebagai tambahan.
RUMAH.
1. Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari.
2. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat: Hal ini membuat anak rindu untuk pulang ke rumah.
3. Meluangkan waktu untuk kebersamaan
4. Orang tua menjadi contoh yang baik dengan tidak menunjukan perilaku agresif, seperti: memukul, menghina dan mencemooh.
5. Memperkuat kehidupan beragama
6. Melakukan pembatasan dalam menonton adegan film yang terdapat tindakan kekerasannya dan melakukan pemilahan permainan video game yang cocok dengan usianya.
7. Orang tua menciptakan suasana demokratis dalam keluarga, sehingga anak memiliki keterampilan social yang baik. Karena kegagalan remaja dalam menguasai keterampilan sosial akan menyebabkan ia sulit meyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Sehingga timbul rasa rendah diri, dikucilkan dari pergaulan, cenderung berperilaku normatif (misalnya, asosial ataupun anti-sosial).Bahkan lebih ekstrem biasa menyebabkan terjadinya gangguan jiwa, kenakalan remaja, tindakan kriminal, tindakan kekerasan, dsb.

SEKOLAH.
Sekolah juga memiliki peran dalam mengatasi pencegahan tawuran, diantaranya:
1. Menyelenggarakan kurikulum Pendidikan yang baik adalah yang bisa Mengembangkan secara seimbang tiga potensi, yaitu berpikir, berestetika, dan berkeyakinan kepada Tuhan.
2. Pendirian suatu sekolah baru perlu dipersyaratkan adanya ruang untuk kegiatan olahraga, karena tempat tersebut perlu untuk penyaluran agresivitas remaja.
3. Sekolah yang siswanya terlibat tawuran perlu menjalin komunikasi dan
koordinasi yang terpadu untuk bersama-sama mengembangkan pola
penanggulangan dan penanganan kasus. Ada baiknya diadakan pertandingan
atau acara kesenian bersama di antara sekolah-sekolah yang secara
“tradisional bermusuhan” itu.
4. LSM dan Aparat Kepolisian
LSM disini dapat melakukan kegiatan penyuluhan di sekolah-sekolah mengenai dampak dan upaya yang perlu dilakukan agar dapat menanggulangi tawuran. Aparat kepolisian juga memiliki andil dalam menngulangi tawuran dengan cara menempatkan petugas di daerah rawan dan melakukan razia terhadap siswa yang membawa senjata tajam.

Catatan ini saya buat ditengah semangat persatuan antar pemuda yang tengah didengungkan oleh temen2 mahasiswa atas nama INDONESIA . Semoga semangat persatuan itu tetap berkobar dan mengalahkan kelompok minoritas yang belum membukakan matanya. Minimal ada usaha untuk membuat mereka sadar. Bahwa “kelompok” dibentuk bukan untuk saling bertikai.

Resources:
A, Craig. Effect Of Violent Video Games On Aggressive Behavior, Aggressive Cognitiom, Aggressive Affect, Physiological Arousal, And Prososial Behavior. American Psychologycal Society 2001, (353-359).
Baron, R.A., dan Byrne D.B, 1994 Social Psychology. Under Standing Human Interaction. Boston: Allyn & Bacon.
Brent, M. Low Self Esteem is related to Aggression, Anti Social Behavior, and Delinquency. Research Article. American Psychological Society 2005, (328-335).
Bringham, J.C., Social Psychology. New York: Harper colligns. Publishers Inc.
Diekmann, Andreas. Social Status and Aggression. The Journal of Social Psichology 1996, 136(6), (761-768).
Prabowo, H. 1998. “Seri Diktat Kuliah : Pengantar Psikologi Lingkungan”. Depok
:FakultasPsikologi,UniversitasGunadarma.
Sarwono, S.W. 2002. “Psikologi Sosial (Individu dan Teori- teori Psikologi Sosial)”. Jakarta : Balai Pustaka.
Watson, D.L. 1994. Social Psychology. Science and Aplication. Illinois: Scott and Foresmanand Co.
Worchel, S. dan Cooper, J. 1986. Understanding Social Psychology.Illinois: The Dorsey Press.

Read Full Post »

Bau Kambing Banget ?

 A long Time Ago…….

Masih inget lagu ini ?
“Bangun tidur kuterus mandi….. tidak lupa…menggosok giggggi. Habis mandi kutolong Ibu membersihkan tempat tidurku.” Ini lagu jaman sebelum kita masuk teka. Sekarang Preschool, Playgroup atau lagu sehari2 anak2 yang baru bisa ngomong.Urusan lagu ini ada sedikit yang keliru, ini menurut pandangan saya, Karena saya dibiasakan mandi pagi tuh…setelah merapihkan tempat tidur dulu, baru mandi.Bagusnya kan memang begitu…bangun tidur langsung rapihkan tempat tidur dulu, baru mandi, sarapan dan berangkat sekolah.

 

Balik lagi ke jaman dulu, sebelum saya bersekolah, saat usia masih 4 tahun. Saat saya masih suka di cubit pipi oleh tetangga karena saya paling tambun di kampung. Ini jaman masih kecil saat saya di nobatkan juga sebagai juara dua batita tingkat kecamatan. Tapi ini obrolannya bukan seputar sang juara bayi sehat jaman dulu.Bukan pula tentang kemampuan saya yang sudah dapat menghitung sampai angka cepuluh, bisa nyanyi “bangun tidul ku teyus mandi” dengan lidah yang masih cadel atau lagu “burung ketilang”. Ada satu kebiasaan yang kerap mengundang saya pasti rela untuk main air, sebuah baskom besar berbahan plastik. Sekarang model tempat mandi ini setara dengan baskom plastik yang biasa di pakai untuk rendem pakaian….Ya…tempat mandi sekaligus tempat merendam pakaian. Kebiasaan mandi di baskom plastik ini berlanjut sampai usia 5 tahun, dan ada satu kebiasaan lain yaitu, saya paling betah berendam di bak mandi. Asli bak mandi bukan yang laen.

….. Namun seiring perkembangan jaman dan bertambahnya usia. Kegemaran saya mulai beralih,saya mulai suka mandi dengan menggunakan pancuran dari bak mandi. Jaman sekarang mungkin susah untuk menemukan kembali pancuran seperti yang pernah saya pakai jaman dulu. Bak mandiyang terbuat dari bahan semen, batu bata, dan pasir, uniknya pada bagian bak ini selalu di lengkapi dengan pancuran yang dipasangkan sekira 1 meter tingginya dari lantai kamar mandi. Jadi kalau sumbatnya saya lepas, air keluar langsung membasahi kepala saya (jaman sekarang sulit tuh menemukan kamar mandi yang pancurannya di letakan dibagian atas, iya kan…) Jaman modern ini pancurannya dipasang dipojok bawah, atau center bawah….ya…intinya mustahil untuk dipakai mandi.

Pancuran di bak mandi tempat saya ini biasa dipakai untuk mempermudah mengalirkan air saat bak dikuras, tapi kadang dipakai untuk mempermudah saat ngambil air wudhu. kalau anda hidup di jaman saya….mungkin bisa tahu seperti apa jaman yang saya nikmati waktu itu, bak mandi dengan air yang melimpah ruah, karena dialirkan dari sumber mata air pegunungan, dingin dan menyegarkan. Jaman dulu kalo nggak mandi sekali saja, paling malu sama temen atau dikata kita ZOROK, Bau Kambing Banget lah. hari geneeeeeeeeeeeeeee….. duuuuuuuuuh. nggak comfort pak, bu….!! Dulu nggak mandi nggak masalah, tapi sekarang……??? Takut Bau Kambing banget lah…

And Now….
Jambi 12:00 21 Oktober 2008. Dua hari ini…suplay PDAM mengalami gangguan. Dengan alasan ada perbaikan di PDAM-nya. Sehari kemarin saya mandi hanya sekali. Hari kedua. Dari subuh saya tidak mendengar suara keran air ngocor. Saya mandi di Apartemen sungai Putri kawasan broni, ini mes temen2 kantor, saya mandi disini. Hari ketiga? ini nih, jangankan ngocor, ngalir sebesar lidipun tidak, netes pun tidak juga. Yang terjadi ya….bak mandi kering kerontang dan saya TIDAK BISA MANDI. Setiap kali inget pengen Mandi…saya terus menghela nafas, menunggu bak mandi terisi air. sampai jam 12:00 sampai jam istirahat tiba. Hari ini saya tidak ngantor karena belum mandi,tapi urusan kerjaan ya tetep saja saya kerjakan, semua tugas kantor saya selesaikan di rumah saja dengan kondisi yang serba semerawut berantakan, bukan cuma ruangan yang seperti kapal pecah, tapi juga penampilan yang membuat self esteem turun. Satu kondisi yang membuat saya nggak berani menampakan diri dihadapan siapapun, karena ya…belum mandi itu tadi.

Postingan kali ini, masih berhubungan dengan kegiatan bangun tidur langsung mandi. Hari ini….ditempat saya lagi nggak ada Air Bersih. Jadi jangan salahkan saya kalau hari ini saya nggak mandi. Bak mandi yang biasa full, dua hari ini kering kerontang. Netes sebesar lidi pun ngggakkkkkkkk. Solusinya saya nelpon Neswin dengan alasan mau numpang mandi karena sudah tengah hari, sama seperti hari kemaren jam 12 siang tuh badan gerah bau sedapnya keluar (wakakak). Kepala nggak fresh.
Awalnya, saya berniat numpang mandi di tempatnya Neswin..eh malah diajak mandi di tempat Ricky, sekalian deh tuh mampir ke Daun Cafe….Sekalian makan siang….sekalian beranikan diri bertemu orang asing dalam kondisi belum fresh dan rapih….(ZOROK)…Untungnya Ricky & Istrinya lagi ke rumah sakit, ngontrol kesehatan anaknya yang baru dilahirkan. Jadi nggak ada rasa malu tuh…dengan muka kusut, mata merah dan ya….bayangkan sendiri dah kalo temen2 biasa melihat orang yang belum mandi, seperti itulah…..(wek)

Sebelum mandi, sempet2nya saya pesan nasi Nasi Goreng Pete, Plus Juice Alpokat, untuk makan siang. Eh narsisnya keluar nih….dengan stelan seadanya….Camera tiba2 keluar sendiri dari tas saya, dan lari ketangan pelayan. Saya nggak tahu kejadiannya persisnya seperti apa. tiba2 foto ini muncul. Wakakakkak.

 

 

 

 Setelah order makan siang, saya menyelinap pintu belakang, dan langsung masuk ke kamar mandi. Dan Aaaaaaaaaaaaaah bak mandinya bersahabat sekali!! Airnya beniiiiiiiiiiiing!!, dingiiiiiiiiiiin!!, kamar mandinya luas, bak mandinya besar pula. Thanks God, I Found It. Jadi betah, jadi pengen berlama2 menikmati airnya nih……. (sensor, pakde mandi dulu).

Next What?
Akhirnya….Badan bersih, pikiran Fresh, Seger, Self esteem muncul, penampilan berubah lagi, dan lanjut dengan makan siang di Daun cafe. ….selanjutnya ya…saya keliling Jambi. Dan kembali ke kantor dengan satu harapan air bisa ngalir malam ini, jadi besok pagi2 bisa mandi. Tapi sampai jam 9 malem ini air tak kunjung dateng nih… 😦

Kalau temen2 tidak mandi seharian….. Cukup PaDE kah? PeDe kah? Comfort-kah? Mangga atuh diantos comment nya….

Read Full Post »

Older Posts »